Panitia Pengawas Surabaya Temukan Kampanye Terselubung

TEMPO Interaktif, Surabaya: Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan Wali Kota Surabaya menemukan kampanye terselubung yang dilakukan tim sukses pasangan calon Wali Kota. Kampanye ilegal ini dilakukan pada masa tenang dengan bentuk kegiatan sosial, keagaman, dan pameran. "Kami temukan dua belas kampanye terselubung," kata anggota Panwas, Suparno, siang ini. 

Menurut Suparno, dalam kegiatan-kegiatan itu ada ajakan kepada masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon. "Mereka berkedok kegiatan sosial. Kami akan langsung bubarkan jika kami jumpai," kata dia.

Ketua Panwas  Wahyu Hariadi mengatakan, salah satu pelanggaran di masa tenang dilakukan  pasangan Fandi Utomo - Yulius Bustami (FU-YU). Pasangan ini diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Damai Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama. Pasangan itu telah berkampanye dengan berkedok kegiatan pengajian yang disiarkan secara langsung di  satu stasiun televisi lokal di Surabaya. "Kami mempunyai bukti, saksi dan ada ajakan untuk memilih pasangan ini," katanya.

Menurut Wahyu, pelanggaran yang dilakukan FU-YU tergolong pelanggaran administrasi. Sanksi akan diberikan  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya setelah dilimpahkan oleh Panwas.

Ketua tim pemenangan FU-YU, Budi Haryanto membantah jika pengajian itu digolongkan pelanggaran. Alasannya, inisiatif kegiatan pengajian itu adalah masyarakat bukan tim sukses. "Dan kebetulan FU-YU diundang dan diajak doa bersama, jadi bukan salah kami," ujarnya.

Ia mengatakan tim sukses telah mentaati  setiap aturan yang ditetapkan oleh penyelenggara Pemilihan Wali Kota. "Insiatif masyarakat justru menunjukkan bahwa Fu-YU adalah pasangan yang diinginkan mayoritas masyarakat," katanya.

DINI MAWUNTYAS