Ferry Mursyidan Baldan, anggota Komisi II DPR, saat menjadi pembicara dalam sebuah talk show "Capres Independen Di Larang Masuk?" di Jakarta, (21/2). Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf
Topik
Infografis
Ferry: Hasan Tiro Tokoh Pejuang Serambi Mekkah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Politisi Golkar Ferry Mursyidan Baldan memandang almarhum Hasan Tiro sebagai tokoh pejuang dalam perdamaian di Bumi Serambi Mekah. "Almarhum orang yang beri inspirasi masyarakat Aceh untuk menegaskan jati dirinya," kata Ferry saat dihubungi Tempo, Kamis (3/6).
Menurut dia, jika secara politik Hasan Tiro dipandang sebagai pemberontak, itu untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Saat masih menjadi anggota dewan, Ferry menjabat sebagai Ketua Perumus Undang Undang Pemerintahan Aceh pada 2006. Walaupun tidak pernah bertemu langsung dengan Hasan yang saat masih mengungsi di Swedia, Ferry sempat mendapat masukan dari sesepuh Aceh itu.
"Menurut beliau, perjuangannya untuk keadilan dan kesejateraan masyarakat Aceh," pesan Tiro kepada Ferry. Pesan itu diterapkan lewat Undang Undang Pemerintahan Aceh yang mengatur Dana Kekhususan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tiap tahunnya. Dana pembangunan Aceh itu besarnya sama dengan dua persen dari Dana Alokasi Umum Nasional tahun yang sama.
Ferry mengajak masyarakat tidak hanya mengenang Hasan Tiro sebagai tokoh yang pernah mengangkat senjata melawan Jakarta, tapi sebagai orang mati-matian memperjuangkan kesejahteraan Aceh. "Beliau cinta negeri ini, buktinya mau kembali menjadi WNI beberapa hari lalu," kata lelaki asal Aceh ini.
Menurut dia, negara sudah selayaknya memberi penghormatan khusus kepada Yang Mulia Paduka Wali, panggilan masyarakat Aceh kepada Hasan. Bentuknya, bisa dengan himbauan pengibaran bendera merah-putih di Aceh selama tiga hari dan adanya wakil pemerintah di pemakaman almarhum.
Reza M





