Pekerja menyortir biji kopi pilihan di pabrik kopi di kawasan Banceuy, Bandung, Minggu (15/11). Harga kopi dunia selama November cenderung turun, namun harga kopi luwak Indonesia tetap eksklusif dengan harga di kisaran USD 100 per kg. TEMPO/Prima Mul
Topik
Akhir Juni, Sulawesi Selatan Punya Pabrik Pengolahan Kopi
TEMPO Interaktif, Makassar - Kepala Dinas Koperasi dan UKM, M. Yamin mentargetkan pembuatan pabrik pengolahan biji kopi di Enrekang pada akhir bulan ini. Jika akhir bulan Juni telah siap, maka pabrik diharapkan dapat memulai tahap pra-operasi awal bulan Juli.
“Kami memang mengejar masa panen kopi,” kata Yamin saat ditemui seusai mengadakan rapat dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Enrekang dan Perusahaan Umum Daerah Mata Allo Enrekang di kantor Dinas UKM dan Koperasi Sulawesi Selatan.
Rencana pembangunan pabrik kopi sudah dilakukan sejak tahun lalu. Pabrik akan menjadi milik pemerintah daerah Enrekang dan Dinas UKM dan koperasi. Dalam usaha pembangunan pabrik ini Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah menyiapkan gedung bekas pabrik jagung dengan aset senilai Rp 1,2 triliun.
Selain itu pemerintah Enrekang juga memilih Perusahaan Umum Daerah untuk menjadi pihak pengelola pabrik. Untuk peralatan mesin pengolah biji kopi, Dinas Koperasi menyediakan dana sekitar Rp 800 juta.
Menurut Alfian N. Kunnung, Direktur Utama Perusda Mata Allo Enrekang, pabrik pengolahan biji kopi berskala menengah ini menghabiskan modal awal sekitar Rp 4 triliun. Pabrik ini diperkirakan akan menampung sekitar 50 pekerja.
“Dengan adanya pabrik ini, kita dapat meningkatkan produksi bubuk kopi sekitar 2000-3000 ton per tahun,” kata Alfian. Selain meningkatkan angka produksi, keberadaan pabrik akan meningkatkan kualitas bubuk kopi. “Selama ini penolahan kopi di daerah ini masih menggunakan cara tradisional, hingga hasilnya masih kurang berkualitas."
Ia mengatakan bahwa bubuk kopi yang dihasilkan selama ini masih kurang halus dan tidak sepenuhnya berwarna hitam. Biji kopi Enrekang merupakan biji kopi yang memiliki aroma dan cita rasa yang cukup diminati. Tahun lalu biji kopi asal Enrekang mendapat juara pertama dan kedua pada suatu festifal aroma dan cita rasa biji kopi.
“Kami punya sertifikat mengenai tingkat kualitas biji kopi Enrekang,” kata Imran Mazmur, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Enrekang. Imran mengharapkan pengadaan pabrik dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan industri lainnya.
FADHILAH NAZIF





