foto

TEMPO/Dinul Mubarok

Pencalonan Darmin Dianggap Bagian Kompromi Politik

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengajuan Darmin Nasution sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia diduga bagian dari kompromi politik penyelesaian kasus Bank Century. Tokoh yang dianggap  terlibat dalam pengucuran dana talangan untuk Bank Century justru mendapat promosi jabatan strategis.

"Ini kami sesalkan karena tidak ada resistensi dari DPR," kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK), Ray Rangkuti, saat dihubungi, Rabu (9/6).

Ray mengatakan DPR telah membahas kasus Bank Century dalam rapat panitia khusus. Dalam rapat paripurna DPR, sebagian besar anggota DPR menyatakan bailout Bank Century bermasalah.

Kebijakan penggelontoran dana talangan dari uang negara untuk Bank Century, termasuk proses merger dan akuisisi atas bank tersebut berindikasi tindak pidana korupsi, penyimpangan kebijakan perbankan dan keuangan negara, serta pidana pencucian uang maupun tindak pidana umum lainnya.

Sejumlah tokoh dianggap terlibat dalam pengucuran dana talangan. Di antaranya adalah mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati; Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dan Darmin Nasution. Agus dalam kasus bank Century menjadi narasumber saat keputusan dana talangan dirapatkan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani. Darmin pernah dipanggil sebagai saksi dalam rapat Pansus Bank Century.

Presiden Yudhoyono mengajukan Darmin sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Saat ini Darmin menjabat pelaksana tugas gubernur bank sentral. Agus yang semula menjabat Direktur Utama Bank Mandiri kini menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

KOMPAK, Front Oposisi Rakyat (FOR) Indonesia, Gerakan Indonesia Bersih (GIB) menyatakan keberatan atas promosi jabatan tersebut. Hingga kini, tak ada sanksi bagi orang-orang yang diduga terlibat dalam pengucuran dana talangan itu. Apalagi, sejumlah partai politik yang mengusung Pansus Bank Century mendukung pencalonan tersebut. "Golkar mendukung Agus Martowardojo, PDI Perjuangan mendukung Darmin Nasution. Ini bagian dari kompromi politik partai-partai," ujarnya.

Kasus bailout Bank Century, dia melanjutkan, sebatas formalitas. Namun, tak ada penyelesaian hukum maupun politik. "Semua selesai hanya di atas kertas yaitu adanya rekomendasi Pansus Bank Century," katanya.

KURNIASIH BUDI