Topik
Ribuan Warga Dekat Bendungan PLTA Ubrug Sukabumi Diminta Waspada
TEMPO Interaktif, Sukabumi - Jebolnya bendungan PLTA Ubrug milik PT PLN di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tak hanya membuat pembangkit listrik mati total. Ribuan warga yang bermukim di bagian hilir bendungan pun panik. Bahkan, saat ini warga diminta pihak PLTA Ubrug agar siaga dan waspada jika sewaktu-waktu bendungan pengatur air (cek dam) yang masuk ke saluran warga ikut jebol diterjang banjir susulan dari Sungai Cicatih.
Setelah jebolnya bangunan penahan air dan sampah bendungan PLTA Ubrug, Selasa (15/6), Kepala PLTA Ubrug, Jajang Sujana, Kamis (17/6), meminta agar warga siaga dan waspada jika sewaktu-waktu banjir bandang terjadi kembali. Sebab, kata Jajang, tanpa adanya saringan sampah memungkinkan material berat seperti batu dan kayu akan menjebol pintu air saluran yang selama ini melewati permukiman warga.
"Banjir susulan sewaktu-waktu mungkin datang lagi. Apalagi saat ini kawasan Sukabumi terus diguyur hujan. Warga diminta siaga dan waspada, terutama mereka yang tinggal di kawasan Desa Tenjojaya Kecamatan Cibadak Sukabumi," ujar Jajang.
Menurut Jajang, jika bendungan yang dibangun pada 1917 ini jebol, maka tidak kurang dari 4.000 warga harus segera dievakuasi. Selain itu, tidak kurang dari 1.200 rumah di areal hilir bendungan akan tersapu air. "Untuk itu, warga harus selalu siap menghadapi kondisi yang berkembang jika hujan terus mengguyur wilayah Sukabumi," ujar Jajang.
Sementara itu, Kepala Desa Tenjojaya, Suyatman, mengatakan akibat jebolnya tanggul bendungan PLTA Ubrug, sekitar 4.000 warga saat ini dalam kondisi was-was. Sebab, kata dia, bendungan yang memasok listrik interkoneksi Jawa-Bali hingga 18.36 megawatt (MW) ini dapat sewaktu-waktu tak terkendali dan air akan menggenangi permukiman warga.
Suyatman meminta agar pihak PLN dan pemerintah segera melakukan pembangunan kembali tanggul bendungan yang jebol dan dihanyutkan air. "Terutama untuk saat ini kami meminta bantuan antisipasi evakuasi jika banjir kembali terjadi akibat curah hujan yang saat ini cukup tinggi," ujar Suyatman.
Berdasarkan pantauan, hingga saat ini luapan air di kawasan Sungai Cicatih yang selama ini menjadi pemasok air untuk PLTA Ubrug masih terus membesar. Para petugas PLTA Ubrug pun masih terus melakukan pemantauan air. Bahkan, beberapa petugas dari TNI dan Polri ikut berjaga-jaga di kawasan bendungan.
DEDEN ABDUL AZIZ





