Fadel Muhammad. TEMPO/Nickmatulhuda
Topik
Tingkat Konsumsi Ikan, Indonesia Kalah dengan Malaysia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tingkat konsumsi ikan rakyat Indonesia bukan hanya minim, tapi masih kalah jauh dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Tahun 2009, tingkat konsumsi nasional baru 30 kilogram per kapita per tahun sementara Malaysia sudah 55,4 kilo per kapita per tahun dan Singapura 37,9 kilo per kapita pertahun.
"Masih jauh di bawah Jepang" kata Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad usai pembukaan Festival Raya Lele Nusantara di Parkir Timur Senayan, Sabtu (19/6).
Besaran angka Indonesia saja, kata Fadel, masih dibawah anjuran Pola Pangan Harapan yang mematok 31,40 kg per kapita per tahun. Padahal tingkat produksi lele mencapai 114,371 ton pada tahun 2008 dan naik menjadi 200 ribu ton pada 2009. "Kami menargetkan 2015 nanti, produksi lele bisa menembus 1 juta ton " ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono minta masyarakat lebih banyak menkonsumi ikan. Selain berprotein tinggi, ikan juga bisa mendongkrak perekonomian.
"Saya juga sayangkan di Asia Tenggara kita masih sangat kecil konsumsi ikannya," katanya.
Ani mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia berupa laut. Wilayah laut lebih luas dari daratan. Dengan kondisi geografis seperti itu, kata Ani, "Seharusnya pendduk Indonesia lebih banyak lagi mengkonsumsi (ikan) dari laut," katanya.
Mengkonsumsi ikan, Ani melanjutan, harus sudah dibudayakan sejak masih kanak-kanak. Kandungan protein yang tinggi di dalam ikan akan membuat sumber daya manusia Indonesia ke depan terdongkrak. "Makan ikan perkenalkan sedini mungkin," katanya.
DWI RIYANTO AGUSTIAR






Web via