Puluhan Sekolah di Pamekasan Tidak Layak Terima Bantuan Dana Pendidikan  

TEMPO Interaktif, PAMEKASAN - Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menilai separuh dari 125 lembaga pendidikan setingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang ditetapkan sebagai penerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010, tidak layak menerima bantuan.

"Setelah kami survei, ada sejumlah sekolah yang gedungnya masih bagus dan layak pakai, kenapa mesti dapat batuan," kata Ketua Komisi Pendidikan DPRD Pamekasan Mohammad Makmun kepada TEMPO melalui telepon selulernya, Sabtu (19/6).

Komisi Pendidikan juga menemukan sejumlah sekolah yang sudah menerima DAK tahun sebelumnya, ternyata masih mendapatkannya tahun 2010 ini. "Kami minta Dinas Pendidikan meninjau ulang penetapan sekolah penerima DAK,” ujar Makmun.

Sebaliknya, lanjut Makmun, ada sejumlah sekolah yang sangat layak mendapatkan DAK, tapi tidak masuk dalam daftar penerima. Di antaranya SD Negeri Branta Tinggi. Kondisi gedung sekolah tersebut rusak parah setelah diterjang puting beliung tahun 2009 lalu. "Sebagai lembaga pengawas, kami di DPRD tidak pernah dilibatkan dalam penetapan sekolah penerima DAK ini," tuturnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pamekasan Salah Samlan mengatakan DAK 2010 tidak dikhususkan untuk rehabilitasi gedung sekolah. Dia mengakui dalam nomenklatur surat keputusan penetapan lokasi dan alokasi bantuan disebutkan bahwa DAK digunakan untuk rehabilitasi gedung, pembangunan ruang kelas baru, dan peningkatan mutu pendidikan.

“Untuk SD kami fokuskan untuk pembangunan perpustakaan, sedangkan untuk SMP untuk rehab dan penambahan ruang kelas baru,” papar Samlan.

Mengenai sekolah dasar yang rusak dan tidak mendapatkan bantuan, menurut Samlan, dicarikan dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur.

Jumlah DAK yang diterima Pemerintah Kabupaten Pamekasan tahun ini mencapai Rp 30,59 miliar. Adapun jumlah penerima sebanyak 125 lembaga, terdiri dari 56 SD dan 69 SMP. "Jumlah bantuan untuk SD Rp 14,32 miliar, dan SMP Rp 16,27 miliar," ucap Samlan. MUSTHOFA BISRI.