Data Base Pencari Kerja Depok Selesai Tahun Ini

TEMPO Interaktif, Depok-Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok menargetkan data base pencari kerja di Kota Depok bisa selesai tahun ini. Untuk memenuhi target ini, Dinas telah mengajukan anggaran sebesar Rp 30 juta.

Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakersos Kota Depok Isye Widayati, mengatakan keberadaan data base daring pencari kerja ini nantinya akan memudahkan Dinas untuk menawarkan para pencari kerja ke perusahaan-perusahaan.

Menurut Isye, yang selama ini terjadi, setiap kali perusahaan membuka lowongan kerja, maka petugas Dinas harus mencari daftar pencari kerja yang sesuai dengan kualifikasi dengan cara manual. “Karena manual, butuh waktu lebih lama,” katanya kepada wartawan di ruangannya, kemarin. Isye meyakini jika daftar pencari kerja sudah disimpan secara daring, maka kendala waktu tersebut dapat segera tertangani.

“Jadi kalau ada perusahaan butuh lulusan SMK, kita bisa langsung kirimkan para oencari kerja yang sesuai kualifikasi,” kata dia. Selain itu, setiap tahunnya, Dinas juga lebih mudah memantau jumlah pencari kerja yang lulusan SMK, SMA, D3, maupun sarjana.

Untuk mensukseskan program ini, Isye sangat berharap agar para pencari kerja di Kota Depok membuat kartu kuning. “Jangan hanya membuat kartu kuning ketika akan melamar jadi CPNS saja, tetapi yang belum punya kerja pun sebaiknya membuat,” katanya.

Tujuannya, selain membantu Disnakersos untuk mendata jumlah pencari kerja di Kota Depok, juga untuk membantu mengurangi jumlah angka pengangguran. Isye menjelaskan setiap bulannya, ada sekitar dua sampai lima perusahaan yang meminta bantuan Dinas untuk dicarikan tenaga kerja.

Biasanya, Disnakersos akan memberikan daftar pencari kerja yang seusai kualifikasi kepada perusahaan tersebut. Adapun data-data pencari kerja yang dimiliki Dinas hanyalah data warga yang memang pernah mengurus Kartu Kuning. “Jadi kalau tidak pernah mengurus, kita nggak akan punya datanya da nggak mungkin juga kita salurkan,” katanya.

Berdsarakan informasi, jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning pada periode Januari sampai Mei mencapai 3093 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun 2009 yang hanya 1534 orang. Peningkatan ini terjadi karena di 2010, banyak Departemen yang membuka lowongan CPNS.

TIA HAPSARI