Topik
Minggu, 20 Juni 2010 | 15:34 WIB
Ngebor Sumur, Keluar Gas dan Minyak Campur Lumpur
TEMPO Interaktif, Sampang - Warga Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diliputi cemas. Mereka khawatir desa itu akan tergenang lumpur seperti di Porong Sidoarjo, setelah muncul semburan gas dan minyak campur lumpur di lahan seorang warga yang hendak mengebor sumur.
"Saya ngebor sumur Jumat lalu, saat kedalaman capai 30 meter, tiba-tiba muncul cairan mirip minyak disertai bau gas," kata Sulaiman, warga Desa Pandiyangan yang melakukan pengeboran kepada Tempo, Minggu (20/6).
Pemerintah Kabupaten Sampang melaui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat segera meneliti sample semburan itu. Salah satu pihak yang ditunjuk meneliti adalah perusahaan migas PT SPE Petroleum.
Manajer Operasi SPE Petroleum Akhmat Sabidi kepada TEMPO mengatakan pihaknya telah mengambil contoh semburan untuk diteliti di laboratorium Sucofindo di Surabaya dan Jakarta. "Senin besok baru diketahui hasilnya, apakah benar minyak dan seberapa kandungannya, apakah berbahaya atau tidak," katanya.
Namun menurut Sabidi, semburan itu tidak akan seperti lumpur lapindo. Bahkan, kata dia, secara teori kandungan bawah bumi pulau Madura tidak ditemukan patahan yang mirip pusat semburan di Porong, sehingga waga tidak perlu khawatir. "Kami sudah sering katakan, potensi muncul semburan mirip lapindo hanya ada di Sidoarjo hingga Blora," katanya.
Semburan di Desa Pandiyangan itu, kata dia, diduga karena mata bor sumur mengenai rembesan gas dan minyak yang berada 1000 meter dibawah permukaan tanah. Sebab jika tidak ada rembesan, tidak mungkin muncul semburan karena sumber minyak berada dikedalaman 1000 meter.
Sabidi mengakui semburan tersebut mirip dengan semburan gas dan lumpur yang muncul karena proses pengeboran yang dilakukan perusahaannya yang juga terjadi di Kecamatan Robatal. "Makanya kami minta berhati-hati kalau ngebor sumur disana," ujarnya.
Untuk mencegah hal-hal buruk terjadi, Kepolisian Resor Kabupaten Sampang segera mengamankan lokasi semburan dengan memasang garis polisi. Warga yang datang silih berganti untuk melihat lokasi semburan dilarangan menyalakan korek api dan merokok di sekitar lokasi.
MUSTHOFA BISRI





