foto

Goenawan Mohamad. TEMPO/Subekti



Freedom Institute Memahami Alasan Goenawan  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Freedom Institute meminta media tidak mempolitisasi pengembalian penghargaan Achmad Bakrie oleh Goenawan Mohamad. "Apapun keputusannya, Goenawan Mohamad bagi kami tetap tokoh yang memberi banyak sumbangan di dunia sastra dan kebudayaan," ujar Rizal Mallarangeng Direktur Freedom Institute saat jumpa media di kantornya, Selasa (22/6) sore ini.

Siang tadi, budayawan Goenawan Mohamad memutuskan mengembalikan Bakrie Award yang diterimanya pada 2004 di bidang kesusasteraan. GM, begitu wartawan senior Tempo ini biasa disapa, berasalan pengembalian itu dikarenakan kekecewaannya pada Aburizal Bakrie. "Saya tidak bisa meredakan rasa kecewa saya kepada saudara Aburizal Bakrie karena hal- hal yang dilakukan selama ini" kata Goenawan dalam jumpa pers di Kedai Tempo, kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (22/6).

Meski menyayangkan, Rizal sangat memahami alasan pengembalian penghargaan yang dilakukan GM itu.

Menurut Rizal, niat lembaganya memberikan penghargaan semata-mata hanya untuk memberi penghargaan saja. Urusan menolak atau menerima, kata dia, merupakan hak setiap individu yang diberi penghargaan.

Hal serupa, kata Rizal, juga pernah terjadi, ketika Franz Magniz Suseno menolak penghargaan Achmad Bakrie kategori pemikir sosial pada 2007. Namun penolakan itu, kata Rizal, tetap tidak menggugurkan sosok Franz sebagai pemikir sosial yang handal. "Begitu juga dengan Goenawan Mohamad."

Penolakan semacam itu, kata Rizal, merupakan hal biasa sejak dulu. Dia mencontohkan, Jean Paul Sartre, sastrawan Prancis. Pada 1964 Sartre pernah menolak nobel sastra yang diberikan kepadanya. Sartre mengatakan, nobel adalah justifikasi kekuasaan saja. "Ini menunjukan setiap penghargaan selalu ada kontroversi dibaliknya, termasuk nobel perdamaian untuk Barack Obama," kata Rizal.

Karenanya, Rizal meminta, adanya ruang dalam masyarakat dan kebudayaan dimana pertimbangan dan kaidah yang di dalamnya sama sekali tidak terkait dengan kekuasaan. "Tolong diberikan ruang agar kebudayaan dan sastra tidak terbias oleh politik."

HERU TRIYONO