AP/Tatan Syuflana
Pemerintah Targetkan Produk Kreatif Tumbuh 9 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono menargetkan peningkatan pertumbuhan pangsa pasar produk kreatif di pasar dalam negeri menjadi 8-9 persen dari pertumbuhan saat ini yang mencapai 7,6 persen. "Ini pasar yang besar dan signifikan," kata Boedino dalam sambutan Pekan Produk Kreatif Indonesia di Gedung Jakarta Convention Center, Rabu (23/6).
Ia menambahkan, industri kreatif salah satu unsur dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Menurut dia, sumber daya manusia andal sangat penting dalam meningkatkan kreativitas. Selama ini, Indonesia sangat bergantung pada sumber daya alam. "Kekuatan ekonomi pada sumber daya alam suatu saat akan habis," ujarnya. "Sumber daya manusia itu bukan fisik, tapi kreativitas."
Dia mengatakan produk kreatif juga perlu melirik pasar global. Hal itu dengan menggabungkan unsur budaya dan teknologi sehingga memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan. "Kreatifitas merupakan kekuatan daya saing dan ujung tombak," katanya. Dia juga optimis dengan produk kreatif ini mampu menghambat serangan barang murah impor negara asing. "Kita punya daya saing yang kuat, tidak akan masuk barang," ujarnya.
Meski begitu, pemerintah memiliki tantangan dengan menyiapkan kebijakan yang menunjang produk kreatif. Sehingga, kantor Wakil Presiden siap menerima masukan ide kreatif dari pengusaha dan pejabat. "Ide baru kita tampung. Suatu yang aneh menjadi bermanfaat pada akhirnya," katanya. Namun, industri kreatif perlu mewaspadai pasar dalam negeri. Karena, kekuatan di pasar domestik menjadi dasar daya saing di pasar global.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memaparkan pangsa pasar industri kreatif memberikan sumbangan 7,6 persen kepada produk domestik bruto Indonesia. Pangsa pasar ini sumbangan dari fasion, kerajinan, periklanan, desain, musik, penerbitan dan percetakan. Ia menargetkan, kenaikan kontribusi industri rkeatif terhadap PDB minimal 8 persen. "Kalau ekonomi kita tumbuh luar biasa 9 persen pada 2015," ujarnya.
Mari Elka menjelaskan, dalam menghadapi pasar dalam negeri pemerintah pemerintah akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pembangunan infrastruktur, perbaikan birokratisasi, dan reformasi. "Ini untuk mengurangi ekonomi biaya tinggi. Ini masih sangat penting," ujarnya.
Selain itu, pemerintah akan menciptakan iklim yang kondusif dan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). "Sumber kreativitas tidak akan habis, kalau ide terlindungi," ujarnya. Perlindungan itu meliputi desain, paten dan merek.Kementerian Perdagangan akan segera meneken nota kesepahamanan soal perlindungan HAKI dengan Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. "Kita fasilitasi insan kreatif melindungi dan mendaftarkan," tuturnya.
EKO ARI WIBOWO





