Cianjur Kekurangan Dokter dan Bidan

TEMPO Interaktif, CIanjur - Kabupaten Cianjur saat ini kekurangan dokter dan bidan. Jumlah dokter maupun bidan yang ada di Kabupaten Cianjur dinilai masih sangat minim dibanding jumlah penduduk. Kekurangan paling kentara terjadi di wilayah Cianjur selatan.

Letak geografis Cianjur selatan yang jauh dari pusat kota serta medannya sangat terjal disinyalir menjadi penyebab langkanya dokter dan bidan yang bertugas di sana. Sebab, banyak dokter dan bidan yang enggan ditempatkan di wilayah tersebut.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Ratu Tri Yuliawati. Menurut dia, pihaknya masih terus mengupayakan penambahan tenaga medis di Kabupaten Cianjur, khususnya di wilayah Cianjur selatan. "Memang, kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya bidan dan dokter, di Cianjur selatan masih sangat kurang," kata Ratu di Cianjur, Rabu (23/6).

Ratu menyebutkan, jumlah dokter dan bidan yang tersedia saat ini di Kabupaten Cianjur sebanyak 440 orang. Padahal, jumlah desa sendiri sebanyak 350 desa. Idealnya, kata dia, kebutuhan bidan di satu desa dengan cakupan wilayah cukup luas, seperti di wilayah Cianjur selatan, minimalnya dua orang.

"Tak jauh berbeda dengan kebutuhan dokter, di mana untuk untuk cakupan bukan perawatan hanya butuh satu orang, dan untuk puskesmas perawatan minimal membutuhkan dua orang. Seperti di Sindangbarang dan Cidaun," ujarnya.

Menurut Ratu, pelantikan pejabat eselon IV di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu tidak dapat menambal kebutuhan tenaga medis di sejumlah puskesmas. Bahkan, sampai saat ini, ada beberapa puskesmas yang belum memiliki tenaga medis.

"Kami sudah meminta pemerintah agar menempatkan tenaga medis di sejumlah puskesmas di wilayah Cianjur selatan untuk menambal kekurangan dokter dan bidan," imbuh Ratu.

DEDEN ABDUL AZIZ