indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ormas Islam Jawa Timur Kutuk Aksi FPI Banyuwangi


TEMPO Interaktif, Jakarta - Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur mengutuk aksi Front Pembela Islam bersama beberapa organisasi yang membubarkan paksa acara sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI.”

"Kami mengutuk keras aksi itu, termasuk kediaman aparat kepolisian," kata Kordinator Presidium JIAD Jawa Timur, Aan Anshori, Jumat sore (25/6). Aan menilai, Menurutnya, kejadian pembubaran itu merupakan bentuk diskriminasi kelompok masyarakat.

Padahal, segala bentuk diskriminasi di negeri ini sangat dilarang. Ia juga menyayangkan sikap aparat kepolisian yang cenderung pasif. Padahal sudah jelas aksi FPI dan organisasi itu merupakan bentuk pelanggaran atas hak warga lain.

Seperti diberitakan, Kamis kemarin, enam anggota FPI Banyuwangi, bersama Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak membubarkan acara sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI. Acara itu dihadiri Ribka Tjahyaning yang juga penulis buku 'Aku Bangga Jadi Anak PKI' dan Rieke Dyah Ayu Pitaloka dari Komisi IX DPR.

Sosialisasi itu diduga menjadi ajang temu kangen anggota eks-PKI. Anggota ormas Islam itu datang sekitar jam 11.00 WIB, setelah acara pertemuan berlangsung sekitar 40 menit di rumah makan Pakis Ruyung, Kelurahan Pakis, Banyuwangi.”"Jika isu-isu seperti itu terus dikembangkan bisa memecah persatuan, kerukunan bangsa," kata dia.

Terlebih, lanjut Aan, sebenarnya acara saat itu bukan temu kangen keluarga PKI, melainkan hanya sebuah acara sosialisasi kesehatan gratis. Meski benar peserta acara itu adalah keturunan PKI, tapi mereka tetap warga Negara yang memiliki hak sama.

Itu menurutnya sesuai dengan Undang-undang 39 tahun 2009 tentang Hak Asasi Manusi (HAM) yang menyebutkan negera punya kuwajiban untuk menjamin hak-hak dasar kepada warganya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) Pengurus Cabang Jombang, Sholachul Am Notobuwono mengaku sepakat jika FPI dibubarkan. Ia beranggapan, selama ini organisasi itu banyak mengunakan kekerasan atas
nama agama.

Padahal, agama Islam itu agama yang damai, jauh dari kesan kekerasan. "Saya sepakat jika FPI dibubarkan, toh banyak merugikan," tegasnya.

MUHAMMAD TAUFIK

Komentar (33)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
65 tahun usia kemerdekaan, masih amat jauh menggapai cita-cita kemerdekaan, bangsa dan negara. Rongrongan demi rongrongan dari dalam negeri, jauh lebih biadab dan keji, ketimbang rongrongan dari negara lain yang mengganggu kedaulatan Republik
0
0
Semar dan Punakawan semakin ciut. Ketika Amarta sedang bersinggungan dengan negara tetangga, Astina ; Amarta sendiri tengah dirongrong habis dari dalam. Riuh rendah gegap gempita. Yang Por\'on diuber habis yang Korup diberi bonus remisi. Yang Lapindo/ Tsunami dilupakan (senyap tak ada satu buah hurup pun) - atas nama flora fauna
0
0
memang FPI setan iblis berjubah manusia. Kalian yang melakukan kekerasan pasti akan terima karma sampai keanak cucu kalian
0
0
Are the PEOPLES of INDONESIA was forget about the story of PKI\'65???.. I think all of you was forget about that..
0
0
FPI (Front Pembela Iblis)dan ORMAS hanya pion pemerintah sekarang untuk jadi ujung tombak dan kambing hitam demi tujuan suatu pihak,logikanya masa PEMERINTAH kalah sama model FPI dan sejenisnya yang notabene modal darimana untuk gerakan sekian banyak masa,ini adalah kartu mati pemerintah..kesian kau FPI dan ORMAS,disuruh rusuh kasih goceng mau aza...!!
Selanjutnya
Wajib Baca!
X