indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Hilang di Pasaran, Majalah Tempo Diborong

Hilang di Pasaran, Majalah Tempo Diborong

Majalah Tempo Edisi 28 Juni - 4 Juli 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Majalah Tempo Edisi terbaru, Senin (28/6) yang hilang dari pasaran ternyata diborong. Salah satu agen Majalah Tempo di kawasan Pramuka mengaku, tumpukan majalah yang baru keluar dari percetakan itu sudah diborong sejak pukul 04.00 WIB oleh sekelompok orang.

"Tadi subuh, sudah diborong orang mirip polisi. Tapi mereka tidak berpakaian dinas" kata Saragih kepada Tempo, Senin (28/6).

Membawa mobil, tumpukan majalah itu diangkut dari lapak Saragih di kawasan Pramuka, sebelum Tempo sempat beredar di lapangan. Saragih mengaku, menerima 700 eksemplar Majalah Tempo dan pagi itu sudah tak tersisa satu pun di Lapak.

Terbit dengan Cover " Rekening Gendut Perwira Polisi", Majalah pekan ini bergambar seorang polisi tengah memegang seutas tali yang diikatkan pada tiga babi kecil berwarna merah muda diduga menjadi sebab habisnya majalah Tempo dari peredaran.

Edisi kali ini membuat laporan utama soal rekening jumbo para jenderal polisi. Laporan ini juga memuat indikasi rekening para jenderal di Mabes Polri yang mencurigakan.

Hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan ada puluhan miliar rupiah yang masuk ke rekening para Jenderal Polisi. Duit itu mengalir dari pihak ketiga tanpa kejelasan aktivitas bisnis yang dilakukan.

Kepala Divisi Sirkulasi dan Distribusi TEMPO Windalaksana membenarkan puluhan ribu majalah edisi terbaru hilang di pasaran sejak Senin Subuh. Menurut dia, para agen menelpon dirinya. Edisi yang hilang dari pasaran adalah edisi eceran. " Khusus para pelanggan dipastikan akan tetap aman" ujarnya.

Sejauh ini Tempo belum berhasil meminta konfirmasi dari juru bicara Mabes Polri soal apakah yang memborong majalah tersebut dari kalangan polisi atau bukan.

WDA | ROSALINA

Komentar (69)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Satu kata buat polisi: Anjing!!!!
0
0
Majalah boleh saja dibeli paksa, tapi berita di isi tempo sudah ada langit, ayo kapan dibeli paksa
0
0
yang seneng tempo, bisa nyetak lagi. makin banyak yang mborong makin banyak untung. kira-kira pakai duit siapa ya untuk mborong. yang mborong ndak mikir bahwa jutaan rakyat Indonesia bisa baca tempo di internet, jadi ya mubazir aja. maju terus tempo, bongkar terus, cetak terus edisi-edisi kelanjutan dari kebobrokan dan tambah oplagnya.
0
1
sudah bukan merupakan rahasia umum ulah sebagian polisi memang seperti itu. Kasihan kepada polisi yang jujur dan penuh pengabdian. pilihlah kapolri yang benar2 memiliki integritas tinggi dan penuh dedikasi, tapi polisi model ini pasti tidak mau disuruh nyetor dan didekte oleh siapa pun. Smoga polisi di masa depan lebih baik
0
0
yah... ada2 aj tingkah polisi,... amanah rakyat mana? bukan mengayomi malah mendzolimi rakyat..... usut masalah ini... MERDEKA..................!
Selanjutnya
Wajib Baca!
X