Singapura Miliki Obyek Wisata Baru, Sands Sky Park

Singapura Miliki Obyek Wisata Baru, Sands Sky Park

Patung singa di Singapura. TEMPO/ Arie Basuki

TEMPO Interaktif, Singapura -Singapura punya tambahan satu obyek wisata baru. Kamis (24/6) lalu, publik sudah bisa menikmati pemandangan kota Singapura dari udara di ketinggian 200 meter.

Tempat itu adalah Sands Sky Park. Letaknya di kawasan Marina Bay tenggara Singapura. Berbentuk kapal mengapung yang disanggah tiga gedung tinggi berlantai 56 tersebut, didisain oleh visionary architect, Moshe Safdie.

Assistant Chef Concierge Marina Bay Sands Linni Djumin Chia mengatakan ini adalah karya struktural yang unik. "Mengapung di atas hotel tiga menara," katanya sewaktu ditemui Tempo ditengah kesibukannya melayani warga yang ingin memperoleh kesempatan naik ke puncak.

Dengan panjang yang melebihi menara Eiffel atau setengah dari ukuran pesawat jet Airbus A380 dengan luas yang mengesankan, 12.400 meter persegi, SkyPark Sands dapat menampung hingga 3.900 orang. Gravity-defying kantilever merupakan salah satu yang terbesar di dunia untuk jenis ini.

Untuk bisa mendatangi Sands Sky Park tersebut, untuk dewasa membayar tiket S $ 20 dan untuk anak-anak usia 2-12 tahun harga ticketnya S $ 14. Sedangkan harga ticket untuk warga lanjut usia S $ 17.

Pengunjung hari itu ramai memenuhi bagian dek depan. Di pinggirnya berupa pagar kaca untuk batas pengunjung menikmati tampak sekitar Singapura. Diantaranya Singapore Flyer Over dan Patung Singa yang memancurkan air dari mulutnya.

Cara mencapai Sands bisa melalui Padang dan Old Supreme Court. Jika naik bis # 960, bisa melalui depan Blok 127 Jalan Pending, kemudian turun di Pan Pacific Hotel sekitar Marina Square. Ongkos menggunakan CEPAS (ez-link) card S $1.41 atau bayar tunai S $1.70. Waktu tempuh 45 menit.

Jika melalui Padang dan Old SUPREME Court, akan melewati Esplanade Bridge dan Esplanade (gedung beratap seperti kulit duren).

SUPRIYANTHO KHAFID

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X