Topik
Polisi Amankan Ratusan Kilogram Daging Celeng
TEMPO Interaktif, Cilegon - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak berhasil menggagalkan 320 kilogram daging celeng dari Pulau Sumatera yang diselundupkan melalui bus angkutan umum PO IMI dengan nomor polisi BH 7167 AU. Daging celeng tanpa dokumen itu diamankan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Merak, Senin (28/6).
Kepala KSKP Merak Ajun Komisaris Idrus Madaris mengatakan ratusan kilogram daging celeng itu diamankan anggotanya saat melakukan razia rutin di kawasan pelabuhan. Saat memeriksa bus tersebut, polisi menemukan daging celeng tanpa pemilik di dalam bagasi bus. “Setelah diperiksa, ternyata daging itu adalah daging celeng, kemudian langsung kami amankan,” kata Idrus Madaris.
Saat polisi menanyakan dokumen pengiriman daging celeng itu, sopir bus yang bernama Atmaja, 57 tahun, warga Desa Kenali Jaya, RT 15, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kota Baru, Jambi, mengaku tidak memiliki dokumen pengiriman tersebut.
Polisi akhirnya mengamankan sopir bus dan menyita daging celeng tersebut. Dari pemeriksaan polisi, ratusan kilogram daging celeng itu akan dikirim ke Tanjung Priok. Daging tersebut dikirimkan oleh seseorang yang bernama Nababan. "Barang itu hanya dititipkan untuk dibawa ke Tanjung Priok oleh pemiliknya," katanya
Daging celeng yang telah disita itu kemudian diserahkan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas II Merak untuk dimusnahkan. “Daging celeng yang dikemas dalam 4 coli itu kini kami serahkan kepada Balai Karantina Pertanian Merak,” ujarnya.
Kasi Penyuluhan Balai Karantina Pertanian Kelas II Merak, Juhariyono, membenarkan telah mengamankan daging celeng tersebut. Dalam waktu dekat, daging celeng itu akan dimusnahkan. “Kami memang telah mengamankan daging celeng,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Maret 2010 lalu, KSKP Merak juga mengamankan 200 kilogram daging celeng tak bertuan dalam bus PO Mustika jurusan Jambi-Kudus yang dikemudikan Sugili. Ratusan daging celeng yang dikemas dalam dua karung dan dilapisi plastik itu rencannya akan dikirim ke Jakarta.
WASI’UL ULUM





