foto

Penumpang Kereta Api (KA) Sritanjung jurusan Yogyakarta-Banyuwangi yang naik dari Stasiun Besar Madiun, Jum’at (28/5). Tempo/ISHOMUDDIN

Terlambat Tujuh Jam, Stasiun Kediri Rugi Rp 25 juta  

TEMPO Interaktif, Kediri - Pengelola Stasiun Kota Kediri mengaku menderita kerugian Rp 25 juta akibat kecelakaan Kereta Api Logawa di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Madiun kemarin (29/6) petang.

Hingga saat ini seluruh jadwal keberangkatan kereta di stasiun itu mengalami keterlambatan hingga tujuh jam. Kepala Stasiun Kediri Bayu Gunawan mengatakan kerugian ini terjadi akibat pengembalian tiket KA eksekutif Gajayana jurusan Malang-Jakarta kemarin sore.

Hingga saat ini Stasiun Kediri telah mengeluarkan uang tunai sebesar Rp 12,5 juta kepada 20 calon penumpang KA Gajayana yang batal berangkat, Selasa (29/6). Jumlah tersebut masih ditambah dengan pembatalan keberangkatan KA Kahuripan jurusan Bandung sebanyak 40 penumpang dengan nilai yang sama. "Kerugian kami sekitar Rp 25 juta," kata Bayu kepada Tempo, Rabu (30/6).

Menurut informasi yang diterima Bayu, proses perbaikan jalur kereta api yang rusak akan selesai pukul 15.00 WIB nanti. Sehingga dipastikan seluruh jadwal pemberangkatan kereta api di Stasiun Kediri mengalami keterlambatan hingga tujuh jam.

Bayu sendiri tidak bisa memastikan apakah proses perbaikan tersebut bisa selesai tepat waktu atau tidak. Karena itu dia memberitahukan kepada semua calon penumpang tentang ketidakpastian tersebut.

"Kalau mau menunggu silahkan, yang ingin uang kembali akan kami layani," katanya. Keenam jadwal pemberangkatan yang terlambat ini menimpa enam kereta api kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif.

Mereka adalah kereta ekonomi Kahuripan jurusan Kediri-Bandung, eksekutif Gajayana jurusan Malang-Jakarta, ekonomi Brantas jurusan Kediri-Jakarta, bisnis Senja Kediri jurusan Kediri-Jakarta, bisnis Malabar jurusan Malang-Bandung, serta bisnis Matarmaja jurusan Malang-Jakarta.

HARI TRI WASONO