Kantor Pegadaian. TEMPO/Panca Syurkani
Topik
Biayai Sekolah, Masyarakat Bengkulu Serbu Pegadaian
TEMPO Interaktif, Bengkulu - Sejak masa Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang dimulai akhir bulan lalu, Perum Pegadaian banjir konsumen yang datang untuk menggadaikan barang berharga mereka.
Ternyata hal tersebut menjadi alternatif lain bagi masyarakat Bengkulu untuk mendapatkan uang tunai membiayai sekolah anak mereka. Seperti yang diungkapkan Kepala Cabang Pembantu Pegadaian Lingkar Timur Kota Bengkulu Kusworo Syiat saat ditemui ditempat kerjanya Kamis (1/7), konsumen yang menggadaikan barang mereka menjadi Rp 50 Juta setiap harinya.
"Padahal jika hari biasanya yang menggadaikan barang rata-rata hanya Rp 10 Juta," lanjutnya. Setiap PSB kata Kusworo kondisi ini terus terjadi, sekalipun beberapa tahun terakhir pemerintah telah menyiasatinya dengan gaji-13 bagi PNS. Menurut Kusworo kebanyakan yang menggadaikan barang mereka adalah pedagang, petani, nalayan, dan buruh.
Jika saat ini banyak yang menggadaikan barang, seminggu sebelumnya, jelas Kusworo, Pegadaian banjir konsumen yang menebus barang mereka. Hal tersebut dampak gaji-13 dan tunjangan daerah yang dicairkan seminggu lalu.
Seperti yang diungkapkan salah seorang konsumen Pegadaian Marni Nainggolan, 41 tahun, biaya sekolah yang tinggi memaksa dirinya untuk menggadaikan barang. Karena Marni tidak memiliki alternatif lain untuk mendapatkan uang. Belum lagi, kata Marni, gaji-13 hanya menguntungkan Pegawai Negeri Sipil.
Sementara mereka yang non-PNS hanya kena imbas kenaikan harga dipasaran. "Seharusnya pemerintah juga memikirkan nasib kita, salah satunya dengan sekolah gratis dan PSB tanpa biaya," harap Marni.
PHESI ESTER JULIKAWATI





