foto

The Beach

Seafood Lintas Budaya  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ruangan seluas 350 meter persegi di lantai dua eX (Entertainment Xenter), Jakarta, disulap seperti layaknya vila di pinggiran pantai. Semua furnitur bergaya pantai dengan meja dari balok kayu berwarna muda, sofa putih yang empuk, dan kursi rotan modern.

Di ruangan ini juga ada deretan tenda cabana putih. "Cabana kami sediakan untuk pelanggan yang menginginkan suasana yang lebih akrab," kata Georgetta Sukamto, Manager Humas Rumah Makan By The Beach.

Di restoran yang mulai dibuka pada April lalu itu, suasana pantai juga hadir melalui batu karang dan kayu di dinding ruangan, pasir putih, burung cemara buatan yang bertengger, tiga pohon kelapa di tengah ruangan, serta musik-musik pantai yang menemani waktu menyantap hidangan.

Ada pula dinding kaca di satu bagian dinding dengan kusen bergaya dekonstruktif. Namun bukan pemandangan pantai yang terlihat dari sini, melainkan kesibukan kota dari Jalan Thamrin.

Untuk soal menu, menurut Georgetta, restoran ini mengandalkan hidangan laut lintas budaya. Misalnya Tornado Prawn, Spaghetti Curry, Grilled Giant Prawn with Honey sauce, Spaghetti Kepiting Lada Hitam, Spaghetti Gulai Seafood, serta Burger Ala By The Beach, yang berukuran lebih kecil dari burger umumnya dan mengganti roti dengan mantau.

Tornado Prawn, udang goreng tepung yang dililit mi goreng, terasa seperti makanan siap saji ketimbang hidangan laut yang terkenal dengan kesegaran rasanya. Begitu pula dengan fillet ikan dori goreng dan beberapa menu lain yang dimasak dengan cara menggoreng. Minyak dan tepung terasa dominan ketimbang rasa ikan laut.

Tampaknya By The Beach menargetkan konsumen usia muda, yang biasanya melahap hidangan rumah makan siap saji yang tersebar di mal-mal seantero Jakarta, sehingga beberapa menu terasa menyesuaikan diri dengan lidah anak muda Jakarta. Seperti kata Georgetta, "Anak-anak muda justru biasanya memesan Tornado Prawn. Mereka suka."

Masih ada menu andalan, seperti Spaghetti Curry, Spaghetti Kepiting Lada Hitam, Spaghetti Gulai Seafood, dan Grilled Giant Prawn with Honey Sauce, yang mungkin memiliki rasa yang jauh lebih menantang ketimbang Tornado Prawn.

Buat pengunjung keluarga yang menginginkan hidangan laut lokal, restoran ini menyediakan menu gurame goreng terbang, kepiting telur saus udang, sup buntut rica-rica, dan lainnya. Hidangan penutup yang unik, seperti hula-hula dan tonga-tonga, juga tersedia. Hidangan penutup ini mencakup Ispahan Verrine, Macaron Manis, dan Pandan Cream.

Harga masakannya mulai Rp 31 ribu hingga 200 ribu. Menurut Georgetta, koki By The Beach, yang sempat menimba ilmu di Australia, masih meracik menu makanan laut lintas budaya lainnya. "Nantinya masih ada menu-menu andalan yang akan tersaji di sini."

AMANDRA MUSTIKA M