foto

Reruntuhan di lokasi ambruknya bangunan di Komplek pertokoan di Jalan Kunir, Madiun, Jawa Timur (3/7). TEMPO/Ishomuddin

Komplek Pertokoan Ambruk, Satu Pekerja Tewas dan Enam Luka

TEMPO Interaktif, Madiun:  Sebuah komplek pertokoan yang masih dalam proses pembangunan di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, sekitar pukul 09.00 tadi ambruk.  Akibatnya, satu pekerja tewas  sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka.  Korban tewas bernama Ipung, warga Dusun Bagak, Desa/Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Ipung tewas seketika karena kepalanya tertimpa reruntuhan bangunan. Para korban dibawa ke RSUD Kota Madiun.

Mujiono, 34 tahun,  korban luka, mengatakan saat itu ada tujuh  pekerja yang tengah  melepas tiang penyangga bangunan di bagian dak atau atap bangunan dari cor semen. Namun nahas, satu deretan bangunan yang terdiri dari delapan unit toko ambruk. “Kami terlambat menghindar,” kata warga Kecamatan Jiwan ini.

Tiga korban yang luka berat akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soedono, Kota Madiun. “Tiga orang mengalami patah organ gerak dan sudah dirujuk ke RSUD dr Soedono,” kata dr Agung Sediatmojo, dokter Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kota Madiun.

Komplek perdagangan dengan pengembang PT Rado Abadi itu dibangun sejak setahun lalu. Saat ini sudah 80 unit toko yang dibangun namun tahap pengerjaannnya masih 50-80 persen. Pelaksana proyek  enggan memberi tanggapan soal kecelakaan itu. Namun diduga kecelakaan ini akibat kualitas bangunan tidak sesuai standar.

Polisi turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.  “Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Kami akan memeriksa saksi dan kontraktor atau pengembang komplek pertokoan ini dan juga butuh saksi ahli jika memang kualitas bangunan tidak sesuai standar,” jelas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Madiun Ajun Komisaris Polisi Eko Rudianto  di lokasi kejadian.

ISHOMUDDIN