Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Separuh Sekolah di Makassar Belum Siap Terapkan Sistem Online

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Makassar -Sejumlah sekolah di Makassar berharap pendaftaran sistem online juga diterapkan dalam proses penerimaan siswa baru sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Sayang, ini masih sebatas impian karena belum didukung  fasilitas yang memadai, separuh sekolah di kota Anging Mammiri ini belum memiliki fasilitas internet.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 6 Makassar, Muhammad Said, mengatakan sistem pendaftaran online akan lebih memudahkan para pendaftar dan staf sekolah. “Saya sistem ini lebih bagus. Pengelolaannya lebih transparan, akuntabel, lebih terpercaya, dan pekerjaan juga jadi lebih sederhana. Selain itu para pendaftar juga lebih mudah menjangkaunya,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMAN 21 Makassar, Tadjuddin Rasyid juga setuju dengan penerapan sistem pendaftaran online ini karena dinilai cukup ideal. Namun, sekolahnya belum cukup siap karena belum memiliki fasilitas teknologi informasi. "Jika sistem ini diterapkan, tentunya kami berharap bantuan dari pemerintah," katanya.

Kepala Dinas pendidikan Makassar, Mahmud mengatakan perencanaan penerapan sistem online sudah ada, ini seiring dengan perkembangan teknologi, hanya saja pihaknya belum bisa menargetkan kapan program ini akan terealisasi. Alasannya, karena masih banyaknya sekolah yang belum siap.

"Sistem pendaftaran sekolah di Makassar masih dilakukan secara manual, belum ada sistem online," kata Mahmud.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurutnya, kendala utama penerapan program ini karena masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas internet. "Ada sekitar 50 persen sekolah di Makassar belum memiliki fasilitas itu, rata-rata yang memiliki hanya sekolah unggulan," tambah Mahmud. Ia berharap nantinya ada tambahan anggaran untuk melengkapi fasilitas penunjang teknologi informasi.

Data dinas pendidikan, sekolah menengah pertama di Makassar berjumlah 177 sekolah, masing-masing 42 negeri dan 135 swasta. Sekolah menengah atas 112 sekolah, 25 negeri dan 87 swasta. Sementara sekolah menengah kejuruan, 9 negeri dan 82 swasta.

SUKMAWATI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Komnas Anak: Kuesioner Kelamin Langgar Privasi

9 September 2013

Seorang siswa SMPN 2 Tangerang bersedih saat pesantren kilat di Masjid Raya Al-Azhom, Tangerang, Banten, (22/7). Pesantren selama 4 hari di bulan Ramadan ini untuk menambah ilmu agama bagi sejumlah siswa-siswi. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Komnas Anak: Kuesioner Kelamin Langgar Privasi

Dia mempertanyakan manfaat survei berisi grafik ukuran kelamin laki-laki dan perempuan itu.


Kuesioner Bagian dari Periksa Kesehatan Reproduksi  

7 September 2013

Ilustrasi kesehatan/Berobat/Dokter/Perawat. triarc.co.za
Kuesioner Bagian dari Periksa Kesehatan Reproduksi  

Kuesioner gambar alat kelamin menjadi bagian pemeriksaan kesehatan untuk siswa SMP dan SMA terkait kesehatan reproduksi. Uji coba berlanjut tahun ini.


Kemenkes: Kuesioner Gambar Alat Vital Program UKS

7 September 2013

freepicturesweb.com
Kemenkes: Kuesioner Gambar Alat Vital Program UKS

Kuesioner yang memuat alat vital program UKS kerja sama empat kementerian.


Kuesioner Ukuran Kelamin Siswa Ditarik di Sabang

6 September 2013

Siswa beberapa sekolah di Aceh menyanyikan lagu Jepang, Omoiyari (belas kasih sayang) dalam peringatan dua tahun tsunami di Jepang, di SMP 1 Pekan Bada, Aceh Besar, Senin (11/3). TEMPO/Adi Warsidi
Kuesioner Ukuran Kelamin Siswa Ditarik di Sabang

Kuesioner bergambar kelamin yang sempat beredar di SMP Negeri 1 Sabang telah ditarik oleh pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Sabang.


Kuesioner Ukur Alat Kelamin Siswa Salah Kaprah  

6 September 2013

imperfectwomen.com
Kuesioner Ukur Alat Kelamin Siswa Salah Kaprah  

Perbedaan interpretasi timbul lantaran kurangnya pemahaman dinas kesehatan di beberapa daerah tentang kesehatan reproduksi.


KPAI Minta Kuisioner Ukur Kelamin Siswa Ditarik  

6 September 2013

Ilustrasi Pengukuran Payudara. Shutterstock
KPAI Minta Kuisioner Ukur Kelamin Siswa Ditarik  

Gambar, foto, atau sketsa organ kelamin tanpa penjelasan memadai dianggap bisa mengarah kepada pornografi.


Kuisioner Kelamin di Aceh Disorot Media Asing

6 September 2013

freepicturesweb.com
Kuisioner Kelamin di Aceh Disorot Media Asing

AFP, Straitstimes Singapura, The Standar Hong Kong menulis soal kuisioner yang mencantumkan gambar alat kelamin.


Kuisioner Gambar Kelamin di Aceh Sesuai Program

5 September 2013

imperfectwomen.com
Kuisioner Gambar Kelamin di Aceh Sesuai Program

Seharusnya kuesioner gambar kelamin tidak dibagi dan tidak boleh dibawa pulang karena bersifat rahasia.


Ukur Kelamin Siswa, Sekolah Tuding Dinas Kesehatan  

5 September 2013

Ilustrasi
Ukur Kelamin Siswa, Sekolah Tuding Dinas Kesehatan  

SMP Negeri 1 Sabang merasa tercoreng dan kecewa dengan pihak dinas kesehatan. 'Lembaran itu dibagikan oleh petugas puskesmas dan dinas kesehatan.'


Data Ukuran Kelamin Siswa Akan Direkap Dinkes

4 September 2013

freepicturesweb.com
Data Ukuran Kelamin Siswa Akan Direkap Dinkes

Dinas Kesehatan Kota Sabang mengatakan data tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi remaja di Kota Sabang.