foto

Muktamar satu abad Muhammadiyah di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Tempo/Arif Wibowo

Muktamar Muhammadiyah Bahas Suksesi 2014  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta juga membahas suksesi kepemimpinan nasional 2014. Agenda pembahasan suksesi tersebut akan dibicarakan pada rapat-rapat komisi Muktamar.


“Kami mengagendakan suksesi kepemimpinan nasional 2014, sebab saat ini Indonesia masih mengalami krisis pemimpin,” kata Abdul Mu’ti, anggota PP Muhammadiyah terpilih, Selasa (6/7).

Namun, keterlibatan Muhammadiyah dalam memikirkan suksesi kepemimpinan nasional bukan berarti organisasi tersebut terlibat dalam proses politik praktis. Sebab jika terlibat langsung dalam politik praktis akan sangat merugikan organisasi dan akan memunculkan perpecahan dalam tubuh Muhammadiyah. "Muhammadiyah ingin memberikan pemikiran soal suksesi. Sebab itu merupakan masalah masa depan bangsa," kata dia.

Dalam memberi kontribusi pemikiran pembentukan visi kepemimpinan nasional, kata dia, Muhammadiyah tidak akan berafiliasi kepada partai politik mana pun. Namun demikian, Muhammadiyah tidak alergi terhadap politik, namun politik sebagai strategi dalam mempengaruhi sebuah kebijakan.

Ia menambahkan, suatu organisasi besar, tak terkecuali Muhammadiyah tidak lepas dari pergulatan politik, baik secara individu maupun organisasi. Pada 1998 orang Muhammadiyah secara aktif terlibat dalam suksesi kepemimpinan. “Tidak ada salahnya membicarakan soal suksesi kepemiminan nasional pada Muktamar ini,” kata Mu’ti.

MUH SYAIFULLAH