Seorang pembeli memilih cabai merah di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/11). Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga cabai merah di pasaran mulai mengalami kenaikan dari Rp 6000/Kg menjadi Rp 15.000/Kg. TEMPO/Fahmi Ali
Topik
Harga Cabai Bergerak Liar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Harga cabai merah keriting di pasar-pasar tradisional Bandung sepekan ini terus naik hingga mencapai Rp 55 ribu per kilogram dari kondisi normal Rp 18-22 ribu. "Para pedagang banyak yang tidak menebus cabai pasokan dari petani atau distributor karena harganya yang tinggi," ujar Agus Fadilah, Ketua I Persatuan Pedagang Tradisional Bandung, Rabu (7/7).
Lonjakan harga ini, menurut dia, lantaran berkurangnya pasokan dari petani Tulungagung dan Banyumas, yang mengalami gagal panen akibat cuaca. "Pedagang pun menurunkan pembelian dari distributor besar."
Rasyid, salah seorang pedang sayuran di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung, mengaku, akibat melambungnya harga cabai, banyak konsumen membeli 1 ons atau sekitar 8 biji cabai. "Saya hanya beli 3 kilogram. Ini pun belum habis," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengungkapkan, laju inflasi Juni mencapai 0,97 persen, paling tinggi didorong oleh cabai merah dengan kenaikan 45,7 persen. "Cabai merah memiliki andil 0,26 persen ke inflasi Juni, dan beras memiliki andil 0,13 persen ke inflasi," katanya dalam konferensi pers pekan lalu.
Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi membenarkan bahwa harga cabai belum stabil. "Kenaikan harga cabai pada bulan Juli sekitar 30-35 persen, lebih rendah dibanding bulan Juni, yang mencapai 60-70 persen," katanya seusai rapat tim stabilisasi pangan.
Kementerian Perdagangan mencatat, harga rata-rata cabai nasional Rp 33.844 per kilogram, naik 31,2 persen dari harga rata-rata Juni. Kenaikan harga ini, menurut Bayu, karena berkurangnya pasokan akibat musim hujan, yang membuat cabai cepat membusuk. Hal ini dikeluhkan pengelola Pasar Kramat Jati di Jakarta, Pasar Johar di Semarang, dan Pasar Caringin di Bandung.
Selain cabai, kata dia, harga bawang merah naik sekitar 15 persen. Harga rata-rata bawang merah nasional bulan ini mencapai Rp 19.453 per kilogram. Harga daging ayam broiler juga naik 13 persen, kini Rp 24 ribu per kilogram. Adapun harga daging ayam kampung melonjak menjadi Rp 41 ribu per kilogram.
Meski begitu, pemerintah menjamin kecukupan pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran. "Fluktuasi harga bahan pokok bakal terus dievaluasi," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Sementara sebelumnya operasi pasar digelar bila harga beras naik 25 persen, ke depan, jika harga naik 10 persen, pemerintah bisa langsung melakukan intervensi.
Kementerian Perdagangan juga mencatat, beberapa komoditas harganya masih stabil, yaitu gula, terigu, minyak goreng, susu, kedelai, tahu, dan tempe. Khusus untuk beras, stok di Pasar Cipinang dan gudang Bulog masing-masing 32 ribu ton dan 504 ribu ton, menurut Bayu, masih aman. Pasokan beras ini akan terjaga seiring dengan masuknya panen kedua pada Agustus mendatang.
ALWAN RIDHA RAMDANI | EKA UTAMI APRILIA





