Boediono menutup Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta (8/7).TEMPO/Arif Wibowo
Topik
Kamis, 08 Juli 2010 | 13:19 WIB
Wakil Presiden: Muhammadiyah Wajib Menjawab Masalah Bangsa
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono meminta Persyarikatan Muhammadiyah untuk menjawab tantangan dan masah yang dihadapi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi besar Muhammadiyah menjadi partner dalam membangun bangsa.
“Tantangan bangsa dan negara di masa depan semakin berat,” kata Boediono saat menutup Muktamar Seabad Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (8/7).
Menurut Boediono, ada empat megatrend demografis yang dihadapi bangsa ini. Antara lain, soal pertambahan jumlah penduduk di negara maju dan berkembang.
Penduduk di negara maju semakin berkurang dan didominasi usia tua. Pertambahan penduduk akan terkonsentrasi di negara-negara Islam seperti Indonesia, Nigeria, Turki, dan populasi penduduk akan terkonsentrasi di perkotaan, yang artinya akan terjadi urbanisasi.
Pada masa depan penduduk Indonesia akan didominasi usia muda. Hal tersebut peluang sekaligus tantangan berat dalam bidang pendidikan, lapangan kerja dan kesehatan. Ia menambahkan, Muhammadiyah yang sudah berusia 100 tahun, diharapkan mampu menjawab tantangan baru tersebut dengan gagasan-gagasan baru.
Boediono mengakui kemajuan yang dicapai organisasi sosial keagamaan tersebut. Tetapi untuk kemajuan dibutuhkan kegesitan untuk memimpin laju organisasi.
Sebelumnya, Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyah menyatakan, sistem permusyawaratan menjadi budaya dalam Muhammadiyah. Model tersebut harus diterapkan dalam kehidupan bernegara.
“Acara Muktamar Muhammadiyah sudah komplit, dibuka oleh presiden dan ditutup oleh wakil presiden,” kata Din
MUH SYAIFULLAH





