foto

Boediono menutup Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta (8/7).TEMPO/Arif Wibowo

Wakil Presiden: Muhammadiyah Wajib Menjawab Masalah Bangsa

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Presiden Boediono meminta Persyarikatan Muhammadiyah  untuk menjawab tantangan dan masah yang dihadapi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi besar Muhammadiyah  menjadi partner dalam membangun bangsa.


“Tantangan bangsa dan negara di masa depan semakin berat,” kata Boediono saat menutup Muktamar Seabad Muhammadiyah  di Sportorium Universitas Muhammadiyah  Yogyakarta, Kamis (8/7).

Menurut Boediono, ada empat megatrend demografis yang dihadapi bangsa ini. Antara lain, soal pertambahan jumlah penduduk di negara maju dan berkembang. 

Penduduk di negara maju semakin berkurang dan didominasi usia tua. Pertambahan penduduk akan terkonsentrasi di negara-negara Islam seperti Indonesia, Nigeria, Turki, dan populasi penduduk akan terkonsentrasi di perkotaan, yang artinya akan terjadi urbanisasi.

Pada masa depan penduduk Indonesia akan didominasi usia muda. Hal tersebut peluang sekaligus tantangan berat dalam bidang pendidikan, lapangan kerja dan kesehatan. Ia menambahkan, Muhammadiyah yang sudah berusia 100 tahun, diharapkan mampu menjawab tantangan baru tersebut dengan gagasan-gagasan baru. 

Boediono mengakui kemajuan yang dicapai organisasi sosial keagamaan tersebut. Tetapi untuk kemajuan dibutuhkan kegesitan untuk memimpin laju organisasi. 

Sebelumnya, Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyah  menyatakan, sistem permusyawaratan menjadi budaya dalam Muhammadiyah. Model tersebut harus diterapkan dalam kehidupan bernegara. 

“Acara Muktamar Muhammadiyah  sudah komplit, dibuka oleh presiden dan ditutup oleh wakil presiden,” kata Din

MUH SYAIFULLAH