foto

Jusuf Kalla. TEMPO/Seto Wardhana

Jusuf Kalla Ingin Donor Darah Menjadi Gaya Hidup

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla berharap donor darah bisa menjadi gaya hidup atau lifestyle bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut lantaran Indonesia baru bisa memiliki stok kebutuhan darah hanya sebanyak 1,7 persen dari penduduk atau sekitar dua juta kantong darah. 


Padahal, kata Kalla, idealnya sebuah negara memiliki minimal 2 persen. “Seharusnya kita punya 4 juta kantong darah. Jadi kita masih kekurangan,” kata mantan wakil presiden ini di sela-sela memberikan kuliah umum di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok, Kamis (8/7). Di negara maju seperti Amerika Serikat, mereka memiliki stok sampai lima persen.

Untuk meningkatkan jumlah partisipasi masyarakat yang mendonorkan darahnya, PMI berencana membuka tempat donor darah di 100 mall atau pusat perbelanjaan. Menurutnya, mall dipilih karena merupakan tempat yang lalu lintas masyarakat kalangan menengah ke atasnya paling banyak. Salah satu mall yang telah menyediakn tempat donor darah di Jakarta ialah Senayan City. Ke depan, PMI berencana membuka di lima mall lagi. 

Lokasi lain yang diharapkan bisa menjaring masyarakat untuk melakukan donor darah ialah kampus. Saat ini, PMI juga sedang berusaha untuk menjalin kerjasama dengan kampus-kampus yang jumlah mahasiswanya lebih dari 20 ribu orang, untuk membuat tempat donor darah di kampus. 

Selain kekurangan pendonor, Kall juga merasa prihatin dengan kompenen-komponen donor darah, seperti kantong darah, yang masih impor. “Kalau sekarang semua masih impor. Kita ingin semua dibuat di dalam negeri,” katanya. 

TIA HAPSARI