TEMPO/Hariandi Hafid
Benih Padi Hybrida Belum Banyak Dimanfaatkan
TEMPO Interaktif, Subang - Meski telah ada benih pada hybrida jenis SL8SHS yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas gabah petani, namun para petani di Subang belum memanfaatkannya secara maksimal.
Benih produksi PT. Sang Hyang Sri Regional I Sukamandi, Subang tersebut menurut Ediyanto Wiryoto, Sekretaris Perusahaan PT. Sang Hyang Sri, benih itu bisa menghasilkan 14,5 ton gabah kering giling per hektarnya.
Produk itu lebih unggul dua kali lipat jika dibandingkan dengan varietas benih unggul semisal Ciherang yang hanya mampu menghasilkan lima hingga 6 ton gabah kering pungut. Kini perusahaan plat merah itu tengah menyiapkan 500 hektar lahan untuk pengadaan calon benih dan menggandeng tenaga ahli dari Cina untuk mengolahnya.
Hanya sayang, meski produktivitas tinggi benih ini rentan terhadap hama seperti wereng cokelat, virus tungro, dan hawar daun bakteri. Kelemahan lainnya,petani tidak bisa memakai padi hasil panen buat kepentingan pembuatan benih. "Jadi hanya sekali pakai saja," kata Ediyanto. Selain itu petani juga harus telaten memeliharanya. "Harus seperti kita merawat bayi," kata Ediyanto.
Agus Taruna, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, mengakui ihwal keunggulan varietas hybrida ketimbang jenis benih varietas konvensional itu. "Hasilnya memang luar biasa," kata Agus. Hanya saja, petani di daerahnya masih belum banyak yang memanfaatkannya. "Perlu sosialisasi yang lebih gencar dan serius," kata Agus.
NANANG SUTISNA






Web via