foto

Susno Duadji. TEMPO/Dwianto Wibowo

Mako Brimob Diragukan Aman untuk Susno

TEMPO Interaktif, Jakarta -Mako Brimob Depok diragukan menjadi tempat yang aman bagi penahanan Eks Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Susno Duadji. Kuasa hukum Susno mengaku terpaksa mempraperadilkan perpanjangan penahanan Susno disana karena kondisi kliennya. Namun, pihak polisi meyakini, Susno aman di sana.

Anggota Lembaga Perlindungan Saksi Lili Pintauli Siregar mengungkap, saat Susno Duadji ditetapkan sebagai tersangka, terjadi perbincangan antara polisi dan LPSK. "Pak Susno lebih aman di Mako, karena dia Jenderal, supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," kata polisi seperti yang diungkap Lili di Jakarta, Jumat (9/7)

Padahal, kata Lili, pihak LPSK menjanjikan Save House pada Susno. Rencana itu pun gugur. Setelah pada 10 Mei, Susno dipanggil sebagai saksi di Mako Brimob Depok, lalu dimintai keterangan, diubah statusnya menjadi tersangka, kemudian ditahan disana.

Padahal, LPSK sendiri sempat menawar pada polisi. "Kami kan berkomunikasi dengan petinggi polisi, pembuat kebijakan, kami menawarkan rutan-rutan yang netral," kata Lili. Namun, polisi berkukuh menahan Susno di sana.

Sementara itu, Lili mengungkap, ruangan Susno di Mako Brimob, berdasar pantuan LPSK, kurang nyaman. Misal, pintu kamar yang tidak bisa dikunci dari dalam. Jadi setiap saat siapa pun bisa masuk ke ruangan Susno.

Bukan hanya LPSK yang khawatir dengan ketenangan dan kenyamanan Susno di Mako Brimob. Tapi juga kuasa hukum Susno, Henry Yosodiningrat. Henry mencemaskan kesehatan Susno. "Terakhir saya dengar, Susno diare, sudah empat kali dia buang air besar dan berdarah, ia sepertinya salah makan," kata Henry.

Susno Duadji menghuni tahanan Mako Brimob sejak 10 Mei lalu. Herawati, istri Susno, sebelumnya pernah bertutur pada Tempo di kediamannya di Cinere, Susno diperlakukan seperti tahanan politik. Hampir tidak ada arus informasi yang bisa diakses secara bebas.

FEBRIANA FIRDAUS