foto

Tama Satya Langkun saat di rawat di RS. Asri, Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

Presiden Ucapkan Terima Kasih kepada ICW

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berterima kasih pada Indonesia Corruption Watch atas perannya dalam memberantas korupsi. Ia menilai ICW dan juga anggotanya yang baru saja dianiaya, Tama S Langkun, gigih berjuang memberantas korupsi dan membangun tata pemerintahan yang baik.


"Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk itu," ujarnya dalam surat untuk Tama yang diserahkan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana, Sabtu (10/7).

Yudhoyono menyatakan komitmen dan tugas pemerintah maupun ICW dalam melawan korupsi adalah sama, sehingga harus saling bersinergi. "Memang banyak yang menjadi lawan kita, the show must go on. Kita tidak boleh takut pada ancaman, insya Allah, Tuhan melindungi kita semua," katanya.

Presiden telah memerintahkan Kepala Kepolisian RI Bambang Hendarso Danuri untuk menginvestigasi kasus kekerasan tersebut. "Apapun motifnya, siapapun pelakunya, haruslah mendapatkan sanksi hukum yang setimpal. Saya prihatin masih saja ada pihak yang mudah melakukan ''budaya'' kekerasan seperti ini," tuturnya.

Awalnya Yudhoyono memang hanya mengutus Denny untuk menemui Tama. Belakangan, Yudhoyono sendiri datang ke Rumah Sakit Asri, tempat Tama dirawat. Beserta Yudhoyono dan Denny, ada pula dua anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa dan Yunus Husein.

Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho menyatakan mengapresiasi kunjungan Yudhoyono. "Ini pertanda dukungan Presiden terhadap ICW dan gerakan antikorupsi, serta pesan untuk Polri agar segera menuntaskan kasus penganiayaan Tama," ujarnya.

BUNGA MANGGIASIH