TEMPO/Dimas Aryo
Sriwijaya Tak Terpengaruh Larangan Terbang ke Eropa
TEMPO Interaktif, Jakarta --Senior Corporate Communication Manager PT Sriwijaya Air, Ruth Hanna Simatupang mengatakan, daftar larangan terbang yang dikeluarkan oleh Komisi Eropa untuk maskapai Indonesia sama sekali tidak berpengaruh bagi Sriwijaya Air. "Kalau kita tidak terbang ke sana ya apa pengaruhnya," katanya ketika dihubungi Minggu malam (11/7).
Namun Ruth mengakui larangan terbang ini akan berpengaruh kepada orang-orang Eropa yang melakukan perjalanan di dalam negeri Indonesia dan menggunakan maskapai lokal.
Sriwijaya Air, menurutnya, belum memiliki kesiapan untuk terbang ke Eropa dan memenuhi standar yang diterapkan Komisi Eropa. Pasalnya Sriwijaya saat ini fokus memperluas jalur penerbangan sampai mencakup seluruh wilayah Indonesia dan belum berencana untuk terbang ke Eropa.
"Ada upaya pemerintah (mengajukan pencabutan larangan terbang) kami senang dan bangga, artinya dianggap sebagai maskapai yang mampu dan siap," ujarnya.
Menurut Ruth, manajemen Sriwijaya Air tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi tentang larangan terbang ke Eropa. Juga tidak pernah diberi informasi syarat apa yang harus dipenuhi oleh maskapai agar bisa keluar dari daftar larangan terbang itu.
Namun karena memang tidak ada minat untuk melayani penerbangan ke Eropa, Sriwijaya Air tidak terlalu memperhatikan daftar larangan terbang baru yang dikeluarkan awal Juli ini. "Secara umum persyaratan standar keselamatan penerbangan di mana saja itu sama. Jadi kalau ada larangan terbang ya sebenarnya aneh," katanya.
Pekan lalu, Kementerian Perhubungan merilis rencana untuk mengajukan rekomendasi pencabutan larangan terbang ke Eropa untuk tiga maskapai nasional, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Travira Air.
"Untuk Lion, sudah pasti akan kami ajukan lagi. Tetapi, khusus dua maskapai Siriwijaya dan Travira, akan dibahas lebih mendalam dengan perwakilan maskapai minggu depan," jelas Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Yurlis HasibuaN.Kementerian Perhubungan sebelumnya telah merekomendasikan pencabutan larangan terbang ke Eropa terhadap Lion Air, Batavia Air, dan Indonesia Air Asia. Namun, Komisi Eropa hanya meloloskan Batavia Air dan Indonesia Air Asia.
KARTIKA CANDRA






Web via