foto

Mantan komisioner LPS dan Pjs. Gubernur BI, Darmin Nasution, dan mantan anggota dewan komisioner LPS dan ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Fuad Rahmany saat rapat dengan tim pansus Bank Century, di Gedung MPR/DPR, Jakarta (18/1). TEMPO/Imam S

Tensi Tinggi Jelang Uji Kelayakan Gubernur BI Warnai Komisi DPR

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menjelang fit and proper test atau uji kelayakan gubernur Bank Indonesia di Komisi Keuangan dan Perbankan 15 Juli mendatang, tensi di Komisi Perbankan makin tinggi. "Saya yakin nanti pasti voting,"kata anggota Komisi keuangan dan perbankan Maruarar Sirait di Jakarta.

Menurut politikus PDI Perjuangan yang biasa dipanggil Ara ini, suasana di wilayah kerjanya itu memang cukup tegang dalam dua bulan belakangan. Mei lalu, Komisi ini memilih deputi gubernur Bank Indonesia menggantikan Siti Fadjriyah.

Kamis nanti, Komisi akan melakukan uji kelayakan terhadap Darmin Nasution, yang merupakan satu-satunya calon gubernur BI yang diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami konsisten, bahwa gubernur BI yang baru harus independen dan terbukti integritasnya,"kata dia.

Sebelumnya, kata Ara, sosok darmin memang terlihat "mulus" akan melewati uji kelayakan itu karena dianggap memiliki track record yang bagus. Namun belakangan, beberapa isu negatif tentunya tak lepas dari rekam jejak darmin seperti keterlibatannya dalam kasus Bank Century dan permasalahan pajak milik Paulus Tumewu. "Tentunya baik buruk ini akan menjadi perdebatan di fit and proper nanti,"ujarnya.

Ara mengatakan bahwa dalam pemilihan kali ini, keputusan soal Darmin hanya dua, ditolak atau diterima. Ditanya soal peluang mantan Direktur jenderal Pajak itu, Ara enggan menjawab lugas. "Makanya ada fit n proper kan? Tidak mungkin bersikap dulu sebelum itu kan?"ujarnya.

MUNAWWAROH