TEMPO/Ramdani
Topik
Minyak Tanah Langka di Gorontalo
TEMPO Interaktif, Gorontalo -Sejak satu minggu lamanya, masyarakat di kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai mengalami kesulitan mencari minyak tanah.
Kelangkaan minyak tanah terjadi hampir diseluruh desa dan kelurahan di wilayah itu. “Kami harus antri untuk mencari minyak tanah di tempat lain karena sulitnya minyak tanah di desa saya,” kata Hariyati, salah seorang warga di desa Poowo, kecamatan Kabila, kabupaten Bone Bolango, Selasa (13/7).
Menurutnya, karena panjangnya antrian, ia terpaksa harus menunggu berjam-jam lamanya untuk mendapatkan minyak tanah di pangkalan yang cukup jauh dari desa. Namun yang menjengkelkannya, jatah minyak tanah mulai dikurangi menjadi tiga liter setiap warga. ”Padahal biasanya kami mendapatkan lima liter,” ungkap ibu rumah tangga itu dengan kecewa.
Nani, salah seorang pemilik pangkalan di desa Talango, kecamatan Kabila, mengakui bahwa pangkalan minyak tanah miliknya akhir-akhir ini sering didatangi warga dari desa atau kelurahan lain.
”Mereka mengaku tidak mendapatkan minyak tanah lagi,” ujar Nani. Karena banyak warga yang mengantri minyak tanah, katanya, ia mengurangi jatah pembeli menjadi tiga liter untuk setiap orang. ”Harga minyak tanah tetap Rp 3250 perliter. Hanya jatahnya yang saya kurangi,” ungkap Nani.
Menurutnya, kelangkaan itu juga terjadi diseluruh kecamatan di wilayah mereka. Ia sendiri mengaku tak mengetahui pasti terjadinya kelangkaan minyak tanah tersebut. ”Saya tak mendapat kabar dari agen.”
CHRISTOPEL PAINO





