Pembongkaran gubuk liar di pinggir rel kereta api, Cipinang, Jakarta (15/7). ANTARA/Fanny Octavianus
Topik
Infografis
Bangunan Liar di Tepi Rel Cipinang Dibongkar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Bangunan-bangunan liar di sepanjang tepi rel kereta kawasan Cipinang, Jakarta Timur dibongkar, Kamis (15/7). Bangunan yang merupakan rumah-rumah serta warung yang dibangun dekat dinding perbatasan kawasan rel dengan jalan dirubuhkan oleh para petugas satuan polisi pamong praja yang dikawal pihak kepolisian dari Polsek Metro Polugadung.
Pembongkaran dilakukan tanpa ada perlawanan dari para pemilik bangunan. Bahkan, ada yang memilih membongkar sendiri bangunan mereka. Terdapat sekitar 30 bangunan yang dibongkar. Selain bangunan warung dan rumah, di wilayah ini juga terdapat banyak truk angkut pasir atau truk besar lainnya yang terparkir. Juga terdapat tumpukan batu dan pasir yang dijual sebagai material bangunan.
Menurut rencana, kawasan yang masuk dalam daerah operasi kerja Stasiun Cipinang PT KAI ini akan dibangun depo kereta. Selain itu, wilayah ini akan menjadi bagian dari pembangunan tambahan rel ganda (double-double track atau DDT). "Untuk membuat jalur terpisah antara KA jarak jauh dengan KRL (kereta listrik)," kata Dwianto Hendarto, Staf Satuan Kerja DDT PT KAI saat ditemui di lokasi.
Dwianto menyatakan bahwa DDT akan terbentang dari Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Cikarang. Sementara, depo akan dipergunakan sebagai sarana parkir kereta serta perbaikan gerbong atau lokomotif. Sebelumnya, pembongkaran sudah pernah dilakukan sebanyak dua kali, pada 2004 dan 2008. " Tetapi mereka (pemilik bangunan) balik-balik lagi dengan alasan ingin berdagang," kata Dwianto.
EZTHER LASTANIA





