foto

TEMPO/Arie Basuki

Pengemis Jakarta Utara Akan Ikut Kursus Ketrampilan

TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepala Dinas Sosial Jakarta Utara Akmal Towe mengatakan, para pengemis yang berhasil dijaring dalam operasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) akan mendapatkan bimbingan ketrampilan berupa kursus tata boga dan pelatihan sejenis.

Orang tua anak jalanan juga dilibatkan dalam program pemberdayaan tersebut."Selama ini kan hanya anaknya saja yang diperdayakan, sementara orangtuanya dibiarkan. Nah, program ini mendidik keduanya bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya," kata dia saat dihubungi hari ini.

Hingga hari ini, sebanyak 25 orangtua yang biasa menggelandang di seputaran terminal Tanjung Priok telah mendaftarkan kesediaannya mengikuti program pemberdayaan gelandangan dari Kementerian Sosial.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengharapkan adanya penurunan jumlah di wilayahnya. Hal itu menyusul setelah adanya sosialisasi razia di titik-titik rawan yang biasa dijadikan lokasi berkumpul sejak dua hari lalu.

"Semoga saja sosialisasi ini dapat menyadarkan para pengemis untuk tidak turun ke jalanan. Bila masih nekat, tentu akan kami tampung di rumah singgah," kata wakil walikota Jakarta Utara, Atma Senjaya dalam kesempatan terpisah.

Untuk itu, sebelum memasuki bulan ramadhan, pemerintah kota, berencana akan memasang atribut spanduk bertuliskan himbauan razia di enam lokasi yang dianggap rawan pelanggaran. Sosialisasi ini akan berlangsung selama sepekan.

"Sosialisasi dulu selama seminggu di enam lokasi berbeda, yang paling rawan. Setelah itu, baru Satpol PP merazia baik pagi dan malam," ujarnya.

APRIARTO MUKTIADI