Kisruh Berkepanjangan, Ketua STMIK Handayani Mundur

Kisruh Berkepanjangan, Ketua STMIK Handayani Mundur

Sejumlah mahasiswa STIMIK Handayani berunjuk rasa di pelataran parkir kampus, Makassar. TEMPO/Kink Kusuma Rein

TEMPO Interaktif, Makassar - Kisruh yang membelit Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Handayani bertambah parah. Ketua perguruan tinggi swasta ini, Prof Aminuddin Salle menyatakan mundur dari jabatannya siang ini, meski belum mendapat persetujuan dari pihak yayasan.

"Saya berkesimpulan pengelola kampus tidak bisa sejalan dengan yayasan," kata Aminuddin, usai menggelar pertemuan dengan seluruh staf pengelola kampus, Jumat siang.

Dia mengatakan pertemuan itu sekaligus menjadi acara pamitan kepada semua staf pengelola kampus. Mantan kepala koordinator perguruan tinggi swasta Wilayah IX Sulawesi ini menjelaskan, masalah yang dihadapi kampus Handayani yaitu pembangunan kampus baru tak mampu dikabulkan oleh pihak yayasan. Sementara pihak BRI Makassar sudah menyampaikan keinginannya untuk menggunakan lokasi yang kini ditempati bangunan kampus.

"Tanah yang digunakan kampus milik BRI, kami diberi kesempatan setahun hingga Maret 2011 untuk mencari lahan yang lain untuk dibanguni kampus," kata dia.

Tetapi hingga saat ini, kata Aminuddin, belum ada upaya yang nyata dari yayasan untuk membangun kampus baru. "Lahan saja belum ada yang pasti, bagaimana mau membangun gedung kampus," ucapnya.

Mardin, mahasiswa semester delapan Jurusan Manajemen Informatika mengakui masih aktif mengikuti perkuliahan. "Yang kami khawatirkan, bagaimana nasib semua mahasiswa awal tahun depan, tidak punya kampus," kata Mardin.

Menurut dia, mahasiswa kecewa dengan yayasan yang membohongi mahasiswa dan masyarakat. "Akhir tahun lalu, yayasan melakukan peletakan batu pertama, kami lihat baru-baru ini batu pertama itu hilang, ternyata tanah itu bukan milik yayasan," katanya.


Wina Handayani, Ketua Yayasan Handayani saat dihubungi enggan berkomentar soal mundurnya Aminuddin sebagai ketua. Dia mengatakan yayasan masih mengupayakan pembangunan kampus baru.

Muchlis, Sekretaris Majelis Permusyawaratan Mahasiswa STMIK Handayani dijumpai di sekretariatnya menegaskan, tidak ada alasan bagi yayasan untuk lepas tangan terhadap nasib 1.200 mahasiswanya di empat jurusan.

"Kami semua dibohongi, akan ada kampus baru dibangun, ternyata tidak ada," katanya.

STMIK Handayani memiliki gedung berlantai dua berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo lorong 7. Kampus yang dibangun 14 tahun lalu itu, letaknya tepat di belakang gedung Dewan Suawesi Selatan. Untuk mengakses kampus dapat melalui lorong yang berada di samping gedung Keuangan Sulawesi Selatan dan Barat.

INDRA O Y

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X