foto

Minyak Tanah/TEMPO/ Budi Purwanto

Pasokan Minyak Tanah ke Sumenep Tidak Boleh Dikurangi  

TEMPO Interaktif, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meminta PT Pertamina tidak mengurangi pasokan minyak tanah, terutama ke wilayah kepulauan setelah dimulainya program konversi minyak tanah ke gas elpiji 19 Juli mendatang.

"Kalau permintaan ini dikabulkan, konversi gas di kepualaun tidak akan ditunda," kata Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Sumenep Suprayogi, Sabtu (17/7).

Menurut dia, permintaan itu dilakukan karena bagi warga kepulauan seperti Masalembu, Sapeken Kangean, Giligenting, dan Pagerrungan, minyak tanah tidak hanya digunakan untuk memasak.

Warga juga menggunakan minyak tanah untuk bahan bakar kapal nelayan dan lampu penerangan. Pasokan listrik menggunakan mesin diesel hanya mampu menyalakan listrik enam jam dalam sehari. "Warga sudah menyampaikan kepada kami, bahwa mereka tidak butuh gas elpiji, hanya butuh minyak tanah," ujar Suprayogi.

Sementara itu, menjelang pelaksaan program konversi, Bupati Sumenep Ramdlan Siraj melayangkan surat kepada Direktorat Jendral Migas agar memastikan seluruh tabung, selang dan regulator berkwalitas baik.

Bupati menegaskan, dia tidak ingin program konversi justeru meresahkan warga Sumenep yang mayoritas belum paham tentang penggunaan gas elpiji. Apalagi banyak kasus tabung meledak di berbagai daerah.

Dalam surat itu bupati meminta Pertamina lebih gencar mensosialisasikan tata cara penggunaan tabung elpiji hingga ke pelosok desa, dan tidak hanya dilakukan di kantor camat. MUSTHOFA BISRI.