foto

Muktamar satu abad Muhammadiyah di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Tempo/Arif Wibowo

Peserta Pesta Seabad Muhammadiyah Belanjakan Rp 732 Miliar  

TEMPO Interaktif, Yogyakarta--Pesta seabad Persyarikatan Muhammadiyah yang dilaksanakan di Yogyakarta 3-8 Juli lalu menjadi nilai tambah bagi perekonominan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para peserta dan penggembira muktamar membelanjakan uangnya  sebesar Rp 732 milkiar. Sedangkan dana muktamar mencapai Rp 23 miliar.

“Jumlah peserta dan penggembira muktamar mencapai 505.550 orang, personil penunjang 3 ribu orang,” kata Lilis Setyati, tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogykarta (UMY) hari ini.

Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia bekerjasama dengan UMY, dari sampel sebanyak 311 orang peserta dan penggembira dewasa, asal peserta cukup beragam. Peserta dan penggembira yang datang dari pulau Jawa (32 persen), Kalimantan (19 persen), Sumatera (19 persen), Sulawesi (17 persen), dan sisanya daerah lain.

Mayoritas peserta/peggembira menginap di tempat yang disediakan oleh panitia (74 persen), sisanya ada yang menginap di hotel, rumah keluarga, dan tempat lainnya. Rata-rata tingkat hunian hotel di Yogyakarta meningkat antara 15 persen-20 persen, namun peningkatan ini juga dipengaruhi oleh liburan sekolah.Lama tinggal di Yogyakarta rata-rata 6 hari.

Menuju Yogyakarta, mayoritas peserta/penggembira menggunakan bus secara berombongan (61 persen) dengan membawa anggota keluarga rata-rata 2 orang.

Mayoritas penggembira muktamar membawa uang tunai di bawah Rp. 5 juta (79 persen). Sedangkan yang membawa uang tunai lebih dari Rp. 10 juta hanya 4,6 persen. Sementara yang menggunakan Anjungan Tunai Mandiri hanya 24 persen dengan rata-rata pengambilan sebesar Rp. 2,4 juta selama muktamar. Nilai belanja rata-rata per responden selama muktamar mencapai Rp1,45 juta rupiah per orang dengan komoditas utama yang dibeli adalah pakaian jadi, oleh-oleh makanan, transportasi, dan hal lainnya.

Tingkat belanja paling tinggi (dari 311 responden) ada pada pakaian yang mencapai Rp 227,2 juta, makanan Rp 25,7 juta, oleh-oleh p 78,1 juta, transportasi Rp 23,5 juta dan lain lain.

Menurut Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta Sutikno, kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tidak dipengaruhi oleh muktamar. Tetapi karena hasil panen yang kurang, banyaknya hajatan keluarga dan musim liburan.

MUH SYAIFULLAH