Topik
Harga Sembako Naik, Lamongan Percepat Penyaluran Beras Miskin
TEMPO Interaktif, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat penyaluran beras miskin (raskin) untuk jatah Agustus dan September depan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan Sembako menjelang bulan Ramadan tahun ini.
Sedangkan jumlah beras miskin yang akan disalurkan sebanyak 2.202.044 kilogram untuk Agustus dan September. Jumlah ini akan disalurkan dibeberapa titik penerima raskin sesuai data ekonomi prasejahtera. Bagian Perekonomian Pemerintah Lamongan kini tengah menyelesaikan persyaratan administrasi bagi penerima jatah beras murah ini.
Nantinya tiap kepala keluarga akan mendapatkan jatah pembelian sebanyak 13 kilogram dari sebelumnya 15 kilogram —turun dua kilogram. Beras miskin dijual dengan harga Rp 1.600 per kilogram. Penyaluran dititik terakhir berada di Kantor Kelurahan/desa, setelah didrop dari Gudang Bulog Lamongan.
Menurut Juru bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan Aris Wibawa, percepatan penyaluran raskin ini mengikuti kondisi di lapangan. Setidaknya, naiknya harga Sembako menjelang bulan Ramadan tahun 2010 ini. “Saya rasa tepat yak arena banyak dibutuhkan,” tegasnya pada Tempo lewat telepon, Selasa (20/7).
Sedangkan penerima raskin 2010 ini sebanyak 84.694 kepala keluarga. Untuk jatah raskin 2010 yang disediakan Kantor Bulog Divisi Regional Bojonegoro untuk Lamongan sebanyak 13.212.264 kilogram. Jumlah tersebut bersifat turun-naik antara tahun ini dengan tahun berikutnya.
Di Bojonegoro, penyaluran beras miskin masih belum disepakati. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, juga masih melakukan kajian soal operasi beras miskin. Kepala Dinas Perindistrian dan Perdagangan Bojonegoro, Bambang Suharno belum berhasil dihubungi. Kendati demikian, staf di instansi ini membenarkan. “Tengah dibahas itu,” ujarnya.
Sementara itu harga beras di pasaran, yaitu Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, terus merangkak naik. Misalnya harg beras termurah, kini Rp 5.700 untuk jenis IR-64 hingga termahal Rp 10.000 ribu per kilogramnya.
Kenaikan harga beras ini, terjadi pada dua pekan terakhir. Tetapi, harga ini terus meningkat dan puncaknya pada pekan kedua bulan Juli ini. IR-64 dari harga Rp 5.200 perkilogram pelan-pelan naik hingga Rp 5.700 per kilogramnya.
Kemudian C4 naik menjadi Rp 6.000 hingga Rp 6.200 per kilogram. Rojolele, dari Rp 6.200 kini naik menjadi Rp 7.000 per kilogramnya. Begitu juga pandan wangi harganya Rp 7.200 per kilogramnya. Ada juga satu jenis beras berbentuk bulat, kerap disebut cepuk harganya mencapai Rp 10.000 per kilogramnya.
Sujatmiko





