foto

TEMPO/Arie Basuki

Jelang Bulan Puasa, Satpol PP Jakarta Timur Antisipasi Pengemis  

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Menjelang bulan puasa Ramadhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur sudah melakukan antisipasi melonjaknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya pengemis dengan tindakan persuasif untuk mengurangi tingkat kerawanan.

"Kami sudah lakukan penanganan PMKS secara persuasif pada tanggal 14-20 Juli lalu dalam bentuk himbauan berupa spanduk dan melalui pengeras suara," kata Lantip, Ketua Satpol PP Jakarta Timur saat ditemui di kantornya, Kamis (21/7).

Lantip menambahkan, tindakan persuasif dilakukan agar para PMKS tidak lagi melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum. Mereka yang tergolong dalam PMKS terdiri dari gelandangan, pengemis, pengamen, psikotik (orang gila). "Jika setelah tindakan persuasif itu para PMKS masih melanggar atau tidak mengindahkan himbauan tersebut, kami akan lakukan tindakan represif dalam bentuk penangkapan," paparnya.

Tindakan represif itu sendiri akan mulai dilaksanakan oleh Satpol PP menjelang bulan puasa Ramadhan pada tanggal 20 Juli-14 Agustus. Secara berkesinambungan penertiban pengemis dan PMKS lainnya akan dilakukan hingga Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya PMKS, monitoring dan penertiban akan dilakukan terhadap PSK (Pekerja Seks Komersial) dan tempat-tempat hiburan malam. "Agar pada bulan puasa mereka bisa menghargai umat Islam yang berpuasa. Daripada ormas yang bertindak lebih baik kami yang memiliki wewenang hukum saja yang lakukan sweeping," kata Lantip.

Untuk jam operasional tempat hiburan malam seperti tempat karaoke, diskotek dan lainnya, lanjut Lantip, harus mengikuti surat edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah keluar awal Juli lalu. Satpol PP akan terus lakukan monitoring dengan cara patroli. "Kalau kami temukan pelanggaran, langkah pertama kami beri peringatan. Jika masih melanggar juga kami lakukan penyegelan dan penutupan," tegasnya.

Menjelang dan selama bulan puasa, Lantip mengaku pihaknya akan lebih meningkatkan volume kegiatannya sesuai kondisi di lapangan.

ROSALINA