foto

TEMPO/Nita Dian

Puluhan Siswa Menunggak SPP Dilarang Masuk Sekolah

TEMPO Interaktif, Tasikmalaya -Sekitar 25 siswa kelas 2 SMK Al-Khoeriyah, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya, Jawa Barat, dilarang masuk sekolah sejak memasuki ajaran tahun 2010-2011.

Mereka dilarang masuk sekolah karena belum bayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Sekolah. Aziz, siswa kelas 2 misalnya, ia merasa kecewa terhadap kebijakan sekolah.

“Saya sudah empat hari tidak masuk sekolah karena saya belum bisa melunasi bayaran sekolah,” ujarnya, Kamis (22/7). ”Itu bukan saya saja ada sekitar 20-an siswa yang tidak boleh sekolah.”

Menurutnya, sejak awal memasuki tahun pelajaran baru senin lalu, sekolah sengaja melarang para siswa yang belum melunasi administrasinya.

”Daripada malu saya akhirnya pulang ke rumah,saya kecewa dengan kebijakan sekolah,” ujar siswa yang memiliki hutang sekitar 300 ribu tersebut. “Saya sedih, sampai diumumkan di upacara bendera hari Senin,” ujar Erin, siswa lainnya yang bernasib sama.

Mansyur, orang tua Erin saat dimintai penjelasannua merasa keberatan terhadap kebijakan sekolah yang melarang anak perempuanya masuk sekolah hanya karena tidak membayar segala administrasi biaya sekolah.

Ia berharap pihak sekolah memberikan kesempatan pada anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya, sambil menunggu memiliki uang untuk melunasi biaya sekolah.

“Bukannya saya tidak mampu membayar sekolah, tapi sekarang saya belum punya uangnya,” ujarnya yang kesehariannya sebagai tukang makanan goreng tersebut.

JAYADI SUPRIADIN