foto

TEMPO/Arif Fadillah

Jakarta Pusat Sediakan Layanan SMS Keluarga Berencana

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah Jakarta Pusat membuat layanan keluarga berencana  terhadap warga kurang mampu melalui pesan singkat atau SMS.

"Warga yang butuh layanan cukup mengisim SMS ke 021 426 2624, kemudian akan dijemput petugas dan dibawa ke ke klinik atau Puskesmas terdekat,” kata Pelaksana harian (Plh) Walikota Jakarta Pusat Fatahillah.

Menurut Fatahillah, layanan melalui SMS merupakan upaya Pemerintah Administrasi Jakarta Pusat untuk memudahkan layanan terhadap keluarga miskin, serta untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Upaya ini juga bertujuan untuk terus menggiring warga pasangan usia subur agar tak ketinggalan informasi.

Program layanan KB melalui pesan singkat ini dibuka Fatahillah dengan penempelan stiker pada kegiatan Manunggal KB Kesehatan tingkat Kecamatan Cempaka Putih dan Kecamatan Kemayoran, di halaman Kantor Kelurahan Utan Panjang kemarin.

Dengan pemasangan stiker layanan SMS KB gratis yang dipasang di tempat strategis di seluruh pemukiman padat nanti, diharapkannya semua warga yang belum sempat tersentuh layanan KB akan dapat terlayani. "Dengan semakin luasnya informasi, diharapkan warga tak ada lagi yang memiliki anak lebih dari dua orang."

Sementara itu, Kepala Badan Keluarga Berencana (BKB) Jakarta Pusat, Hasanuddin, mengaku pihaknya mencetak sticker layanan SMS KB sedikitnya 5000 lembar. Stiker itu akan disebarkan ke delapan Kecamatan. “ Warga yang membutuhkan layanan maupun sekedar konsultasi bisa langsung mengirimkan pesan ke nomor layanan tersebut,” kata Hasanuddin.

Dia menjelaskan, jumlah penduduk Jakarta Pusat sampai kini sebanyak 706.714 jiwa 182.715 kepala keluarga (KK). Jumlah Pasangan Usia Subur-nya sendiri mencapai 185.343 pasang. Dari jumlah ini yang belum mengikuti program KB sebanyak 21.740 pasang. "Mereka yang belum tersentuh program KB diantaranya mereka yang tinggal di sisi Rel Kereta Api (KA), Bantaran Kali," ujar Hasanuddin.

Dari hasil survei demografi, Jakarta dibanding Provinsi lain bisa dikatakan berhasil dalam mengendalikan angka kelahiran dengan rata-rata 2,1 atau dua kelahiran dari 1000 penduduk.

HERU TRIYONO