Topik
Infografis
Mahasiswa Tolikara Duduki Kantor Penghubung Papua di Kebayoran Baru
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekelompok massa yang mengatasnamakan Badan Pengurus Harian Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa Pegunungan Tolikara mendatangi Kantor penghubung Provinsi Papua di Jl Suryo No 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak tadi pagi. Dalam aksinya, massa melempari kaca jendela bangunan dua lantai itu, mengacak-acak bagian dalam bangunan, dan membakar kayu di halaman depan.
"Kehadiran kita di sini untuk menuntut pencairan dana alokasi pendidikan yang sudah dianggarkan DPRD Kabupaten Tolikara," ujar Koordinator Lapangan aksi Yan Wenda kepada wartawan.
Menurut dia, pihak mahasiswa telah mengingatkan pihak DPRD Tolikara agar mencairkan dana sebesar Rp 10,6 miliar sejak tahun 2009. Dana ini seharusnya dimanfaatkan untuk dana bantuan akhir studi dan beasiswa mahasiswa. "Kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak pemerintah daerah tapi tidak ada tindak lanjut hingga kemarin (28/7)," tambah dia.
Karena itu, lanjut dia, mahasiswa seppakat untuk melakukan aksi pendudukan kantor ini dimulai sejak tadi pagi. "Jika ada kaca yang pecah, semua tanggung jawab kami," kata dia.
Yan mengatakan akan terus bertahan dua hingga tiga hari ke depan di kantor ini sampai tuntutan mereka dikabulkan. Aksi besar hingga pembakaran bangunan akan dilakukan jika tuntutan itu tidak dipenuhi. "Kita bertahan di sini untuk dua hingga tiga hari ke depan. Jika tuntutan tidak dipenuhi kita akan bakar gedung ini bersama seluruh mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali."
Pihak Kepolisian dari Kepolisian Resor Jakarta Selatan ikut berjaga untuk menjaga aksi anarkis tidak berlanjut. Sayangnya tak ada satu petugas pun yang mau dimintai keterangan.
Massa sendiri saat ini melakukan aksi yel-yel sambil menari-nari di halaman gedung.
ANTON WILLIAM