Greenpeace Tuding Sinarmas Langgar Komitmen
TEMPO Interaktif, Jakarta -Greenpeace mendesak perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Sinarmas Group untuk mengakhiri kontraknya. Pasalnya, perusahaan yang antara lain bergerak di usaha pulp and paper, minyak kelapa sawit, dan pertambangan itu dinilai masih terus merusakan perusakan lingkungan.
Sebelumnya, pihak Sinar Mas Group sempat mengeluarkan komitmen untuk tidak akan membuka lahan di lahan gambut kaya karbon serta akan melindungi hutan bernilai konservasi tinggi mulai 1 Juli lalu. Komitmen itu dinyatakan pada 4 Februari lalu.
Namun, hasil investigasi Greenpeace mengungkapkan Sinar Mas Group melanggar komitmen. "Pekan lalu, Kepala Divisi Minyak Sawit mereka mengkonfirmasi niat untuk membuka lahan satu juta hektare," kata juru kampanye hutan Greenpeace, Bustar Matiar kepada pers hari ini. Lahan yang dimaksud Bustar berupa lahan gambut di Papua. Ia menambahkan, "Kami tidak tahu disetujui atau tidak, tapi rencana itu ada."
Bustar menuturkan, selama Juli ini pihaknya telah mendokumentasikan aktivitas Sinar Mas Group di Kalimantan melalui pesawat carteran. Foto-foto Greenpeace memperlihatkan hampir sepertiga konsesi Sinarmas Group berada di lahan gambut yang menurut hukum Indonesia dilarang digunakan, serta di kawasan yang ditentukan sebagai habitat orang utan menurut United Nations Environment Program. "Mereka hanya melakukan business as usual. Perubahan hanya di atas kertas," kata Bustar.
Bustar mengaku tidak tahu luas total lahan gambut yang digunakan oleh Sinar Mas Group. "Yang digunakan anak perusahaannya saja, PT Agro Lestari Makmur, ada kurang lebih 600 Ha di Ketapang, Kalimantan Barat," paparnya.
Karena itu, pihak Greenpeace mendesak perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Sinar Mas Group untuk mengakhiri kontraknya. Sebab menurut Bustar, "yang paling didengar perusahaan kan buyer, bukan pemerintah." Dalam beberapa bulan terakhir ini, beberapa perusahaan multinasional di antaranya Unilever, Kraft, dan Nestle telah merespons Greenpeace.
Saat ini, pihak Greenpeace masih terus mendesak perusahaan lain, di antaranya Burger King, Cargill, dan Pizza Hut. Berdasarkan data Greenpeace yang diberikan pada Tempo, Sinar Mas Group juga menjalin kerjasama dengan Walmart, Carrefour, Paperlinx, WHSmith, Corporate Express, dan Hewlett Packard.
ADISTI DINI INDRESWARI






Web via