PSM Makassar. TEMPO/Hariandi Hafid
Pemain Senior PSM Makassar Ancam Mundur
TEMPO Interaktif, Makassar -- Dua pemain Persatuan Sepak Bola Makassar (PSM), Handi Hamzah dan Samsidar, mengancam akan mundur dari Pasukan Ramang. Mereka kecewa terhadap kebijakan manajemen yang menurunkan nilai kontrak hingga 30 persen.
"Jujur saja saya kecewa. Saya tidak terima kebijakan ini. Lebih baik mencari klub lain saja," ujar Handi Hamzah, pemain belakang tim Juku Eja, di sela-sela latihan di Lapangan Karebosi, Kamis (29/7).
Mantan pemain Persiwa Wamena itu mengatakan sejauh ini sudah ada klub yang akan ditujunya, yaitu Persiba Balikpapan. Untuk sementara, ia akan menunggu hingga kontraknya berakhir pada 31 Agustus nanti. Keputusannya juga menunggu kedatangan pelatih baru yang akan tiba pada 3 Agustus mendatang.
Handi mengajukan kenaikan 30-50 persen dari nilai kontrak yang diterimanya pada musim lalu, yaitu Rp 450 juta. Kalau dikorting 30 persen, ia hanya akan menerima Rp 315 juta. Jika dihitung, gaji yang diterimanya per bulan pada musim ini sekitar Rp 20 juta dari uang muka 25 persen.
Kekecewaan penjaga gawang PSM, Samsidar, juga menunggu penjelasan manajemen PSM. "Saya mendengar gaji kami dipotong 30-50 persen. Saya terganggu oleh informasi ini," kata Samsidar.
Menurut sumber Tempo, pada musim lalu, nilai kontrak Samsidar sebesar Rp 500 juta per tahun. Selain Samsidar, beberapa pemain PSM lainnya mengalami penurunan nilai kontrak sebesar 10 persen.
Menanggapi masalah pemain senior yang mengancam keluar, Nurmal Idrus selaku juru bicara PSM mengatakan bahwa itu adalah hak mereka. Manajemen tidak mungkin mengambil langkah seperti ini jika tidak ada pertimbangan.
"Ada rapor mereka pada musim lalu, sehingga (ada alasan) kenapa manajemen melakukan seperti ini. Di satu sisi, kondisi keuangan mengkhawatirkan. Jika ada yang mau keluar, itu haknya," kata Nurmal.
ARDIANSYAH RAZAK BAKRI