foto

Ratusan massa pendukung Maddusila Andi Idjo memblokir Jalan Sultan Alaudin yang merupakan perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. TEMPO / Hariandi Hafid


Topik


Massa Maddusila Tutup Akses Perbatasan Makassar - Gowa  

TEMPO Interaktif, Makassar - Ratusan massa pendukung pasangan Andi Maddusila Andi Idjo dan Jamaluddin Rustam menutup jalan negara di perbatasan Kabupaten Gowa dan Makassar, sore ini. Massa kecewa dengan sikap penyidik kepolisian yang terkesan tidak serius menyikapi dugaan ijazah palsu Ichsan Yasin Limpo, kandidat bupati saingan Maddusila di pemilihan kepala daerah Gowa.

Akibat aksi ini, kendaraan tidak dapat melintas sehingga terpaksa dialihkan. Massa membentangkan spanduk di tengah jalan sambil membakar ban bekas. Di spanduk putih itu bertuliskan "segera hukum pengguna ijazah palsu Ichsan Yasin Limpo." Juga menggunakan bambu dan balok untuk menutup jalan.

Mereka sempat pula menyandera mobil tangki bahan bakar minyak milik Pertamina. Massa pendukung Maddusila tersebut mengatasnamakan diri Aliasi Rakyat Gowa. Massa mempersenjatai diri dengan berbagai macam alat.

Koordinator aksi, Ahmad Mappagau Karaeng Moncong mengatakan, akan menduduki daerah perbatasan tersebut sampai besok. "Kami sudah mendapatkan izin dari Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat. Kami akan tidur di perbatasan ini," kata Ahmad.

Menurut pengurus Partai Kebangkitan Bangsa ini, kemenangan Ichsan Yasin Limpo adalah bentuk manipulasi dan telah membohongi masyarakat. Dia menilai Ichsan tidak layak memimpin daerah ini karena ijazahnya palsu.

Ikut serta dalam aksi tutup jalan ini puluhan mahasiswa yang mengaku berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Universitas Muslim Indonesia (UMI). Chaeruddin Adam, salah seorang mahasiswa mengatakan, turut prihatan atas masalah yang menimpa Kabupaten Gowa.

Dia mengatakan pihaknya hanya berada pada posisi mencari keadilan dan solusi terhadap isu dugaan ijazah palsu Ichsan. "Kami hanya menginginkan keadilan dan penegakan hukum," katanya.

Kepala Bagian Operasional Polresta Gowa, Komisaris Hardeni meminta massa untuk membuka blokade jalan, namun permintaan itu tak digubris. Sampai saat ini Hardeni masih berusaha melakukan pendekatan kepada massa.

"Kami harapkan penutupan jalan ini segera dibuka karena masyarakat yang dirugikan," kata Hardeni.

SAHRUL