foto

Pekerja saat akan membersihkan coretan Grafiti "Jujur Adil Tegas" diatas gedung MPR/DPR yang dilakukan oleh aktor gaek Pong Harjatmo, Jakarta, Jum''at (30/7). TEMPO/Imam Sukamto

Priyo Kecewa Rumah Rakyat Dicoret-coret

TEMPO Interaktif, Jakarta -   Wakil Ketua DPR dari fraksi Golongan Karya Priyo Budo Santoso mengaku kecewa dengan tindakan Pong Hardjatmo, artis tahun 80-an yang  mencoret-coret atap gedung kura-kura DPR. "Ini memang gedung rakyat bukan berarti tidak ada aturan. Saya yang harusnya simpati kok, malah kecewa," kata Priyo kepada para wartawan di DPR, Jumat (30/7).

Menurut Priyo, DPR merupakan rumah rakyat. Pimpinan akan membuka pintu seluas-luasnya untuk bertemu dan memberi aspirasi, tetapi tetap harus menjaga ketertiban. "Kalau dengan cara yang baik, kami dengarkan dengan cara yang baik. Ini rumah rakyat tolong di jaga, ini simbol kita," kata Priyo.

Pimpinan DPR, lanjut Priyo, akan meminta Pasukan Pengaman Bagian Dalam (Pamdal) untuk mengecek kenapa bisa ada orang yang naik sampai ke atap kura-kura yang tinggi itu. "Saya juga minta pada Pamdal kok bisa ada pihak-pihak naik sampe puncak gitu tapi kok, tidak ketahuan ," kata Priyo. (Baca:Kecewa DPR, Pong Harjatmo Coret Atap Gedung DPR)

Dewan, kata Priyo,   akan memaafkan tindakan Pongi. Motif pengecatan perlu dipertanyakan apakah hanya untuk cari perhatian atau tulus karena kecewa. "Kalau menghalalkan segala cara (mencoret) akan merusak tatanan," kata Priyo.

Satuan Lembaga Negara Kepolisian Sektor Tanah Abang Inspektur Satu Suharyanto menyatakan tindakan pencoretan tidak akan dikategorikan sebagai tindak kriminal. Tetapi polisi meminta Pong untuk tidak lagi mengulang perbuatannya di DPR dan mengembalikan cat DPR seperti semula tanpa coretan.

ARYANI KRISTANTI