Kick Andy (Arif Arianto/TEMPO)
Topik
IIMS 2010: IB Syariah Boyong Kick Andy on Radio
TEMPO Interaktif, Jakarta - Hiruk pikuk pengunjung pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) tiba-tiba surut sejenak, tatapan mata sebagian pengunjung pun beralih ke booth IB Syariah (Islamic Bank Syariah). Ada apakah gerangan?
Rasa penasaran segera terjawab saat pembawa acara talkshow Kick Andy, Andy Florens Noya dan penyiar Radio Delta FM, Reny Atmaja muncul ke panggung . Ah..ternyata, IB Syariah sengaja memboyong acara Kick Andy on Radio -– biasanya disiarkan di Delta FM -- ke arena IIMS 2010.
Kursi disediakan panitia pun mendadak penuh begitu Andi dan Reny membuka acara. Terlebih, bintang tamu kali ini adalah seorang pesulap kocak dan lugu, Master Sutarno. "Kami sengaja mengundang seorang Master pesaing berat Master Dedy Corbuzier dan Master Joe Sandy untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita sukses beliau," kata Andy Noya dengan gayanya yang khas saat memperkenalkan Sutarno.
Pak Tarno -– begitu pria ini akrab disapa -– sebelumnya adalah seorang penjual minyak tanah keliling di Jakarta. Konon, pria yang kental dengan logat Tegal itu menjalani puasa tiga tahun untuk menjadi seorang pesulap. "Mengubah nasib," aku dia lugu dengan ekspresi polos tanpa dibuat-buat, dan pengujung pun tergelak dibuatnya.
Singkat cerita, Andy pun meminta pesulap jalanan yang kini menjadi pesohor setelah ikut dalam sebuah tayangan di televisi swasta itu beraksi. Sang Master pun beraksi "Mit komat kamit ajibrul brojol sim salabim, prok-prok-prok," Pak Tarno berucap mantra, entah sesuai pakem ilmu dia atau asal saja, yang pasti pengunjung pun terpingkal dibuatnya.
"Gaya dan aksi Pak Tarno sebenarnya biasa saja. Tapi gayanya yang sederhana, polos, dan segar justru merupakan kunci utama sehingga setiap penampilannya menarik untuk ditonton," kata Dedy yang mengaku pendengar setia Radio Delta FM.
Apalagi selain pandai mengacak trik sulap, Pak Tarno ternyata juga piawai mengocok perut lewat akdsi baca mantra-mantra sulapnya yang lucu dan aneh. "Karena lucu, polos dan apa adanya tak dibuat-buat, jujur itulah nilai lebih Pak Tarno. Kita mengambil pelajaran ternyata pekerjaan yang dilakukan secara tulus dan dengan empati meskipun biasa saja hasilnya luar biasa," ujar Agus Himawan Pengunjung yang lain.
Selain Pak Tarno, Kick Andy di booth IB Syariah IIMS 2010 itu juga menghadirkan Pak Sidik, seorang penjual krupuk yang memiliki kekurangan tak memiliki dua kaki. Namun, kendati memiliki kekurangan kegigihan dan semangat lelaki ini tak kalah dengan orang yang memiliki anggota tubuh lengkap.
Terbukti Pak Sidik mampu menghidupi anak dan istrinya. "Sarat pelajaran sekaligus menghibur. Acara ini sangat bagus, panitia patut diacungi jempol," kata Safitri, pengunjung lain.
Ungkapan Safitri tidaklah berlebihan. Pasalnya dengan meyaksikan acara itu, bukan hanya hiburan pelepas penat saja yang kita peroleh, tetapi satu pelajaran yang sangat berharga. Belajar tentang hidup dan kehidupan.
ARIF ARIANTO
Web via