Pemerintah Kota Makassar
Topik
Jum'at, 30 Juli 2010 | 00:31 WIB
Ombudsman, Tempat Warga Makassar Mengadu
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Kota Makassar memberi tempat istimewa bagi suara masyarakat. Keluhan atas layanan publik mendapat perhatian langsung walikota. Lewat ombudsman, pemerintah menyerap aspirasi dan melakukan beragam perbaikan. Lembaga ini berdiri sejak Oktober 2008 dan efektif mulai jalan Maret 2009.
“Saya membuat ombudsman. Sebagai walikota saya tidak akan mungkin mampu menampung semua keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik. Masukan dari ombudsman itulah yang saya jadikan salah satu dasar penentuan langkah-langkah selanjutnya,” kata Ir H. Ilham Arief Sirajuddin MM,Walikota Makasar.
Sejak Maret hingga Desember 2009 Ombudsman di Makassar sudah menampung 87 pengaduan. Dengan adanya lembaga ini, beberapa pengaduan dan keluhan segera direspon oleh aparat pemerintah. Misalnya, pernah seorang aparat kelurahan mengembalikan uang 50 ribu karena ada warga yang melaporkan diminta membayar saat mengurus akta kematian. Ombudmsan punya peran dalam mendorong tumbuhnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
“Saya membuat ombudsman. Sebagai walikota saya tidak akan mungkin mampu menampung semua keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik. Masukan dari ombudsman itulah yang saya jadikan salah satu dasar penentuan langkah-langkah selanjutnya,” kata Ir H. Ilham Arief Sirajuddin MM,Walikota Makasar.
Sejak Maret hingga Desember 2009 Ombudsman di Makassar sudah menampung 87 pengaduan. Dengan adanya lembaga ini, beberapa pengaduan dan keluhan segera direspon oleh aparat pemerintah. Misalnya, pernah seorang aparat kelurahan mengembalikan uang 50 ribu karena ada warga yang melaporkan diminta membayar saat mengurus akta kematian. Ombudmsan punya peran dalam mendorong tumbuhnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.