foto

Kantor penghubung pemerintah provinsi Papua di Jalan Suryo no 6, Kebayoran Baru, Jakarta. Tempo/Arnold Simanjuntak

Mahasiswa Tolikara Masih Duduki Kantor Pengubung Papua  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Aksi pendudukan kantor Pengubung Provinsi Papua di Massa perwakilan mahasiswa Kabupaten Tolikara di Jalan Suryo No 60, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan memasuki hari ketiga. Massa yang berjumlah puluhan orang tersebut telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tolikara.

"Kita masih bertahan sambil terus bernegosiasi dengan Pemerintah Kabupaten Tolikara," ujar koordinator lapangan aksi Yan Wenda kepada Tempo, hari ini.

Menurut Yan, pihaknya menuntut dana pendidikan yang diatur oleh Peraturan Daerah Otonomi Khusus sebesar Rp 10,6 miliar segera dicairkan. Dana ini akan digunakan untuk biaya pendidikan dan beasiswa bagi mahasiswa. "Dana ini amanat Perda Otsus, sejak 2009 belum dicairkan," ujar dia.

Negosiasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Tolikara mulai mengalami kemajuan. Namun belum ada kesimpulan karena unsur pimpinan daerah masih berdiskusi dengan staf mereka. "Tanggapan ada, sedang dilakukan diskusi dengan staf."

Karena itu massa memastikan akan bertahan di kantor tersebut hingga ada kesimpulan dari pemerintah Papua dan tuntutan mereka dikabulkan. "Kita bertahan sampai tuntutan kita dikabulkan pemerintah," kata dia.

Aksi anarkis seperti penghancuran kaca dan perusakan perabotan kantor dilakukan sejak Kamis (29/7). Semula, massa juga mengancam akan membakar gedung pada hari Minggu jika negosiasi mandeg. "Pembakaran gedung adalah langkah terakhir kita," kata dia.

Sementara itu, Yan mengaku belum berkomunikasi dengan pemilik gedung yang tak lain pegawai Pemda Papua. "Kita belum ada diskusi dengan pemilik kantor."

 

ANTON WILLIAM