Arsene Wenger. AP/Alastair Grant
Topik
Wenger: Peraturan Baru Soal Tim Merupakan Bencana
TEMPO Interaktif, London - Manajer Arsenal Arsene Wenger mengkritik peraturan baru soal susunan tim di Liga Primer Inggris. Berbeda dengan kebiasannya yang cenderung diplomatis, kali ini Wenger dengan terbuka menyatakan kebijakan baru tersebut sebagai ‘bencana bagi sepak bola’.
Dengan peraturan baru Liga Primer yang mengadopsi peraturan UEFA untuk Liga Champions, setiap klub harus mendaftarkan pemain tidak lebih dari 25 orang dan delapan di antaranya harus merupakan pemain 'lokal'. Daftar pemain tersebut harus setelah bursa transfer ditutup.
“Saya rasa itu merupakan keputusan yang menjadi bencana bagi sepak bola dan para pemain. Dan saya cukup terkejut karena serikat (pemain) menerimanya,” ujar Wenger, Jumat (30/7). “Saya rasa itu juga merupakan keputusan yang buruk bagi klub-klub.”
Menurut peraturan Liga Primer Inggris, pemain 'lokal' tidak harus warga Inggris tetap harus berafiliasi ke Asosiasi Sepak Bola Inggris atau Asosiasi Sepak Bola Wales selama satu periode atau tiga musim atau 36 bulan sebelum sang pemain berusia 21 tahun.
Peraturan tersebut diterapkan untuk meningkatkan jumlah para pemain muda lokal di divisi papan atas liga di Inggris
Anehnya, kapten Arsenal Cesc Fabregas masuk dalam kategori pemain lokal karena ia bergabung dengan Arsenal di usia 16 tahun dan kini ia berusia 23 tahun. Peraturan baru tersebut juga tidak akan berdampak apapun kepada tim senior Arsenal karena tim besutan Wenger memiliki sedikitnya delapan pemain yang masuk kategori pemain lokal.
Karena dalam beberapa musim terakhir Arsenal diisi banyak pemain non-Inggris, Wenger menentang peraturan baru tersebut.
“Saya bukan pendukung itu karena itu bakal membuat banyak pemain tidak memiliki klub. Itu merupakan konsekuensi secara matematis keputusan tersebut,” kata Wenger dalam jumpa pers menjelang turnamen Emirates Cup.
“Kedua, itu membuat klub berada di posisi lemah saat bursa transfer. Sebab, jika tim sudah punya 25 pemain, dan ketika mereka membeli seorang pemain, maka mereka memiliki 26 pemain sehingga harus membuat satu pemain lain,” tambahnya.
“Jadi Anda harus memperhitungkan ketika Anda membeli seorang pemain, berapa ongkos yang dikeluarkan untuk membuat satu pemain,” imbuhnya.
Ditanya apakah lebih baik memiliki sistem baru tersebut ketimbang klub-klub kaya menimbun pemain, Wenger menjawab: “Itu selalu saja pikiran negative. Klub-klub besar memiliki 25 pemain top. Anda tidak akan bisa menghentikan itu dengan keputusan seperti ini.”
“Hanya ada dua solusi. Jika klub besar sudah memiliki seorang pemain, ia harus pergi ke klub yang lebih kecil. Klub yang lebih kecil membayar lebih dari potensi atau klub yang lebih besar membayar hanya sebagian gajinya. Jadi semuanya tidak memuaskan,” tambah Wenger.
Peraturan baru tersebut berlaku untuk pertandingan Liga Primer Inggris, tetapi tidak untuk pertandingan Eropa atau di Piala FA maupun Piala Liga.
REUTERS| KODRAT SETIAWAN