Sabtu, 31 Juli 2010 | 07:41 WIB
Enaknya Gedung Mana Lagi yang Jadi Sasaran?
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menjelang magrib kemarin, atap kura-kura gedung Dewan Perwakilan Rakyat telah kembali ke wajah semula. Padahal, satu jam sebelumnya, di bagian kiri mendekati puncak atap itu terpampang tulisan merah mencolok: "Jujur, Adil, Tegas".
Dua tukang bangunan selesai menunaikan tugasnya, menutup tulisan itu dengan cat hijau, sama dengan warna asli atap kura-kura. Tapi heboh gara-gara aksi nekat Pong Harjatmo, aktor era 1980-an, sepertinya belum akan berakhir.
Aksi nekat Pong naik ke puncak atap kura-kura lalu mencoretkan isi hatinya telanjur menjadi buah bibir warga Ibu Kota. Di jejaring sosial Twitter, misalnya, aksi Pong Harjatmo menjadi salah satu trending topic atau topik yang paling ramai dibicarakan. Di jejaring sosial Facebook, malah muncul kelompok "Dukung Pong Harjatmo Coret Gedung DPR".
Beberapa saat setelah "dijinakkan" petugas pengamanan kompleks DPR/MPR, Pong menjelaskan alasan kenekatannya kepada wartawan. "Selama ini, baik pemerintah maupun wakil rakyat di DPR kok selalu mengambang," kata Pong. Dia pun menyentil sejumlah urusan yang diributkan DPR, dari kasus Century, ledakan gas, sampai absensi yang bolong-bolong.
Pong mengaku capek melihat ulah para wakil rakyat. Banyak orang yang memprotes, termasuk melalui media. Tetapi semua itu tidak didengar. "Ini salah satu tindakan saya, supaya didengar, bukan mau merusak," ujar Pong.
Pong menampik tuduhan bahwa dirinya mencoret-coret gedung lembaga negara untuk mencari popularitas. "Jam terbang saya sudah tinggi. Hingga saat ini, saya masih kerja di layar lebar dan FTV," kata Pong, yang membintangi film remaja Gita Cinta dari SMA.
Tak ada kesulitan bagi Pong untuk menerobos penjagaan gedung DPR, lalu naik ke puncak atapnya. Soalnya, dia sudah datang sejak pagi, ketika pengamanan kompleks DPR/MPR masih longgar. Sebelum beraksi, Pong mengaku sempat disapa petugas pengamanan dalam kompleks DPR. "Mungkin karena saya juga sering joging pagi di sini," kata dia.
Seorang petugas pengamanan, Jeffrey A., mengatakan Pong bisa memanjat ke puncak gedung karena atap kura-kura baru saja selesai dicat. Di sana ada tangga dan tambang yang belum dicopot, bekas tukang bangunan memanjat. "Makanya dia bisa naik setinggi begitu," ujar Jeffrey.
Seperti tak ingin buru-buru menutup kisahnya, tadi malam Pong mendatangi Obrolan Langsat di Jakarta Selatan. Di forum diskusi komunitas blogger itu, Pong kembali mendapat tempat untuk menumpahkan unek-uneknya. "Saya mau tanya, enaknya sasaran berikutnya ke gedung mana, ya?" kata Pong.
l ARYANI KRISTANTI | HAYATI MAULANA NUR | SUTJI DECILYA